Jelang Mukota Kadin Cilegon, Kubu Sahruji dan Abah Salim Memanas

CILEGON, (KB).- Ketegangan antara kubu Abah Salim dengan Sahruji jelang Musyawarah Kota (Mukota) V Kadin Cilegon 2019, semakin meruncing. Insiden pembatalan Tatang Tarmizi sebagai Sekretaris Organizing Committee (OC) mendampingi Agus R Wisas (AW) sebagai Ketua OC, memancing perang urat syaraf kedua belah pihak.

Tatang yang sebelumnya mengambil sikap netral pada Mukota V Kadin Cilegon, mendeklarasikan diri masuk kubu Abah Salim. Sikap terseburt, dia ambil sebagai reaksi atas tercorengnya nama baik Tatang.

“Sebelumnya, saya ini tidak punya kepentingan apa-apa. Saya bukan timses Abah Salim, saya juga tidak punya masalah dengan Sahruji. Kemudian, saya diminta untuk jadi sekertaris OC, saya bilang kenapa tidak. Tapi, tiba-tiba saya dituding tidak netral, sehingga membuat nama saya dicoret, itu tidak bisa saya terima,” kata Itang, panggilan akrab Tatang Tarmizi saat konferensi pers di salah satu hotel Kota Cilegon, Selasa (12/11/2019).

Menurut dia, tudingan kubu Sahruji telah melukai integritas dirinya terhadap organisasi Kadin Banten. Padahal, ujar dia, pihak yang tidak netral tersebut, adalah para panitia Mukota Kadin Cilegon. “Saya dituding tidak netral, padahal mereka yang jelas-jelas tidak netral. Mereka yang masuk ke dalam kepanitiaan mukota adalah timses Sahruji,” ucapnya.

Oleh karena itu, Itang secara tegas menyatakan, jika dia bergabung dengan tim Abah Salim. Selain dalam rangka mengantarkan Abah Salim sebagai Ketua Kadin Cilegon, juga untuk membenahi kepanitiaan Mukota Kadin Cilegon. “Sekarang saya nyatakan, saya akan berada di belakang Abah Salim. Lalu, saya sebagai Ketua LMP Cilegon, siap mengerahkan massa ke Kadin Cilegon,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua OC Mukota V Kadin Cilegon 2019 Isbatulloh Alibasja menuturkan, Tatang Tarmizi tidak pernah menjadi Sekretaris OC dalam kepanitiaan Mukota V Kadin Kota Cilegon. Menurut dia, nama Tatang hanya pernah masuk dalam daftar rekomendasi sebagai sekretaris OC.

“Perlu kami sampaikan, bahwa Kadin Provinsi sempat membuat surat arahan dan rekomendasi pergantian Ketua OC dan Sekretaris OC. Surat ini dibahas oleh Dewan Pengurus Kadin Cilegon. Karena, SK Kepanitiaan Mukota Kadin Cilegon itu yang menandatangani Ketua Kadin Cilegon, maka Dewan Pengurus Kadin Cilegon membalas secara resmi surat arahan dan rekomendasi dari Kadin Provinsi Banten. Maka, jalan tengahnya terjadi pergantiaan nama Sekretaris dari Tatang Tarmizi ke Syamsul Rizal, pada surat arahan itu,” katanya.

Nama Syamsul Rizal, menurut dia, dianggap lebih netral dibandingkan Tatang. Bahkan, ketidaknetralan Tatang semakin jelas ketika menghadiri acara yang dihadiri Abah Salim di salah satu hotel Kota Cilegon.

“Ini terbukti, kubu Haji Salim berkonsolidasi di salah satu hotel Kota Cilegon, saudara Tatang ikut hadir dalam acara tersebut. Tatang menyampaikan, bahwa panitia tidak netral dan menjadi timses salah satu kubu. Pernyataan dan tuduhan ini jelas tidak benar. Ini ibarat memukul air di dulang, terpercik ke muka sendiri,” ujarnya.

Pada bagian lain, anggota Kadin Indonesia Alawi Mahmud menilai, polemik Mukota Kadin Cilegon harus segera berakhir. Ia memberikan saran, agar Kadin Banten mengambil alih kepanitiaan mukota secara menyeluruh. “Saya kira Kadin Banten harus mengambil alih seluruh proses pemilihan ketua Kadin ini. Tidak seperti sekarang, itu setengah-setengah,” ucapnya.

Ia menilai, seharusnya Kadin Banten mendelegasikan dulu Pelaksana tugas (Plt) Ketua Kadin Cilegon sebelum pembentukan Panitia Mukota V Kadin Cilegon. Setelah itu, merekrut kepanitiaan dengan menjunjung tinggi netralitas. “Tunjuk dulu plt untuk mengantarkan terbentuknya kepanitiaan mukota. Setelah panitia terbentuk, serahkan proses pemilihan ketua kadin kepada panitia,” tuturnya.

Kemelut Kadin Cilegon, menurut dia, seharusnya mendapatkan perhatian dari Pemkot Cilegon. Sayangnya, dia tidak melihat adanya itikad baik dari pemerintah untuk mendamaikan dua kubu pengusaha Cilegon tersebut.

“Pemerintah daerah malah diam seribu bahasa, ada apa ini sebenarnya. Kalau saya wali kotanya, sudah pasti saya undang kedua calon, baik itu Sahruji maupun Abah Salim,” katanya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here