Jelang Mudik Lebaran, Dishub Antisipasi Kenaikan Tarif

LEBAK, (KB).- Sejumlah warga mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) baik kabupaten maupun provinsi, melakukan langkah antisipasi  untuk mencegah oknum awak angkutan umum (angkum) yang seenaknya menaikkan tarif yang biasa terjadi pada arus mudik lebaran. Hal itu dilakukan agar musim mudik Lebaran 2017 ini tidak lagi terjadi pemberlakuan ongkos yang sangat memberatkan penumpang yang biasanya terjadi pada angkum jenis elf jurusan Rangkasbitung-Malingping maupun Serang-Malingping.

Menurut beberapa warga Malingping yabg berhasil dihubungi Kabar Banten, kenaikan tarif seenaknya biasa terjadi pada arus mudik maupun balik. Tak tanggung-tanggung ongkos angkum terutama jenis elf terkadang meroket hingga 200 persen. Artinya, dari ongkos normal Rp 50.000 tidak sedikit penumpang dimintai ongkos antara Rp 100.000 bahkan hingga Rp 200.000.

”Lebaran kemarin saja naik tidak sedikit penumpang yang cekcok dengan kernet karena dimintai ongkos dengan kenaikan tarif tidak wajar. Ini kan jelas memberatkan, namun anehnya hal ini biasa terjadi dari tahun ke tahun disetiap arus mudik maupun balik lebaran,” kata salah seorang warga, Aman. Ia berharap, pihak berkompeten dalam hal ini Dishub, baik kabupaten maupun provinsi melakukan langkah antisipasi agar para penumpang tidak dirugikan.

sanksi penghentian operasi

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten, Revri Aroes mengatakan, pihaknya tidak akan tinggal diam menyikapi hal tersebut. Bahkan, ia berjanji akan mengambil langkah tegas terhadap angkum yang seenaknya menaikkan tarif tanpa aturan. ”Kenaikan tarif yang diperbolehkan hanya sebesar 30 persen. Jika ada angkutan umum yang melebihi ketentuan, maka pihaknya akan memberikan sanksi berupa penghentian operasi. Tentu Kami akan kendalikan,” ujarnya.

Menurutnya, beberapa upaya pengendalian yang akan dilakukan pihaknya di antaranya dengan menurunkan tim terpadu guna memantau kenaikan tarif ongkos. Karena, bagi siapa saja yang dikenakan tarif melebihi ketentuan dipersilakan melaporkannya kepada Dishub maupun kepolisian dengan cara mencatat plat nomor dan warna mobil, nama sopir dan nama kernet. (H-34)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here