Jelang HUT Ke-12 Kota Serang, Bau Sampah Menyerang

Tumpukan sampah yang berada di Jalan Raya Banten, Lingkungan Lopang, Kota Serang.*

SERANG, (KB).- Jelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12, persoalan sampah di Kota Serang justru semakin parah dengan munculnya pembuangan sampah liar yang mulai mengeluarkan bau tak sedap yang cukup menyengat akibat tempat pembuangan sampah liar yang bermunculan di berbagai sudut perkotaan.

Berdasarkan pantauan Kabar Banten, penumpukan sampah justru terjadi di sekitar perkotaan seperti di Jalan Raya Banten, Lingkungan Lopang, Kecamatan Serang, Kota Serang. Selain berceceran, bau tak sedap juga menyelimuti jalur menuju kawasan Banten Lama tersebut.

Pemandangan yang cukup parah terjadi di beberapa titik di wilayah Ciracas, Kecamatan Serang. Salah satu kawasan permukiman padat penduduk di Kota Serang tersebut, sampah tampak berserakan dengan bau busuk menyengat. Begitu juga di beberapa titik di Lontar Baru, Kelunjukan dekat rusunawa, Pasar Rau, Pasar Lama, Lingkungan Katulisan-Kidemang, Unyur serta Kasemen dan masih banyak tempat lainnya.

Seorang warga sekitar Encu mengatakan, awalnya hanya beberapa orang yang membuang sampah di pinggir jalan tersebut. Namun semakin lama, banyak masyarakat yang sengaja membuang sampah. Sehingga, kini menjadi tempat pembuangan sampah liar.

“Warga sini juga sih yang buang, tapi sekarang dari mana aja, bahkan orang kompleks buangnya di sini. Padahal tempatnya engga ada, cuma di pinggir jalan aja. Jadi ya pada berantakan ke jalan,” katanya, Kamis (8/8/2019).

Bahkan, ujar dia, sampah tersebut kadang tidak diangkut hingga berhari-hari. Akibatnya, menimbulkan aroma tidak sedap bagi yang berada di sekitar lokasi. Meski berjarak cukup jauh dari permukiman, namun di sana banyak terdapat pedagang makanan. Seperti pedagang bakso, nasi goreng, hingga es buah.

“Di sini kan banyak pedagang makanan, jadi ya namanya sampah pasti bau. Apalagi kalau tidak diangkut sampai dua atau tiga hari. Kita kan engga tau ini sampah isinya apa aja. Tapi kan bisa jadi sumber penyakit juga,” ujarnya.

Seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya mengaku membuang sampah bekas dagangannya di tempat pembungan sampah liar. Sebab, ia mengira tempat itu merupakan tempat sampah yang disediakan oleh pemerintah.

“Saya juga buangnya di situ. Soalnya kan tumpukannya banyak, terus orang juga pada ngebuang di situ. Jadi ya saya ikut-ikutan aja. Kirain emang di situ tempat buang sampahnya,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang bukan saja keterbatasan armada pengangkut sampah. Namun juga tidak memiliki cukup anggaran untuk menangani permasalahan sampah.

Ia mengatakan, Kota Serang memang masih memiliki banyak kekurangan. Seperti tumpukan sampah, kawasan kumuh dan infrastruktur. Ini karena Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Serang sangatlah kecil.

“Memang benar, begitu adanya. APBD Kota Serang itu paling kecil sedunia, jadi wajar apabila masih banyak kekurangan. Karena kami terbatas dengan anggaran dan permasalahan sampah ini tidak mudah,” ujarnya.

Meski begitu, Pemkot Serang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan terus berupaya untuk mengurangi penumpukan sampah. Idealnya, kata Syafrudin, Kota Serang memiliki truk sampah lebih dari 100 unit. Karena dalam satu hari, Kota Serang memproduksi sampah hingga 750 ton.

Soroti kebersihan

Di tempat terpisah, Komandan Resor Militer (Danrem) 064/Maulana Yusuf Kolonel Infanteri Windiyatno menyoroti masalah kebersihan lingkungan di wilayah tugasnya, yang melingkupi sebagian wilayah Provinsi Banten. Di antaranya yang disorot penumpukan sampah yang sampai telanjang mata.

“Kalau saya bilang tempat ini, sampahnya bisa kita lihat sendiri. Makanya mari kita edukasi masyarakat. Saya nitip itu saja,” ucap Windiyatno pada coffe morning bersama insan pers di Korem 064/Maulana Yusuf, Kota Serang, Kamis (8/8/2019).

Dalam upaya menyelesaikan kekumuhan itu, pihaknya menggagas gerakan menjaga lingkungan dengan membangun penyadaran kepada masyarakat. Karena, lingkungan yang bersih, nyaman dan aman akan membuat hidup menjadi sehat. Terlebih, nilai religius sangat melekat dengan Provinsi Banten.

“Maka apa yang dicanangkan Pak Gubernur bahwa kota kita ini kota peradaban dimana ada tempat-tempat sejarah yang bisa jadi kunjungan wisata bisa kita dukung,” ucapnya.

Selanjutnya, ia juga mengajak awak media untuk ikut memberikan edukasi melalui pemberitaan di media massa. Dengan lingkungan yang bersih, akan membuat betah wisatawan di Banten dan menciptakan perputaran ekonomi yang bagus. “Kalau tempatnya bersih dan aman, masyarakat atau orang luar Banten akan betah dan berkunjung sehingga perputaran ekonomi berjalan,” tuturnya.

Sementara itu, Kasrem 064/MY Letkol Arh Syafa’ Sudanto mengatakan, sinergisitas antara TNI dan awak media harus terus terjaga. Menurutnya, media bisa menjadi jembatan dalam edukasi masyarakat. “Pertemuan seperti ini perlu rutin dilakukan sebagai wadah silaturahim dan sama-sama membangun masyarakat,” katanya.

Ia meminta awak media terus menjadi garda terdepan dalam memberikan informasi dan pengetahuan masyarakat. “Kita rencanakan sebulan sekali ada pertemuan seperti ini,” ujarnya.

Masih ada sekolah rusak

Pada bagian lain, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang menemukan bangunan sekolah rusak di tengah Kota Serang. Padahal, Kota Serang merupakan Ibu Kota Provinsi Banten. Hal itu terungkap saat DPRD Kota Serang menggelar inspeksi mendadak (Sidak) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 20 Kota Serang di Jalan Yumaga, Benggala, Kota Serang, Kamis (8/8/2019).

Wakil Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi mengatakan, bangunan SDN 20 yang berlantai dua itu sudah bisa dianggap tidak layak. Hal itu karena pada ruang kelas ditemukan kerusakan cukup parah, seperti sejumlah atap ruang kelas jebol, kayu kusen keropos hingga lantai keramik pecah. Kondisi kerusakan tersebut, kata dia, membuat siswa dan guru tidak nyaman.

“Kalau saya lihat bangunannya gak layak, bahkan ada juga plapon yang membahayakan anak-anak kecil yang lagi belajar, makanya kami sidak karena adanya aduan dari orangtua murid,” kata Budi kepada wartawan.

Dari informasi yang diterima, saat ini pembangunan SDN 20 tersebut sudah dalam proses lelang. Sehingga, pihaknya akan memanggil Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (ULPBJ) Kota Serang untuk mendorong percepatan pembangunan. “Makanya saya mau cek di ULP juga sudah sejauh mana. Nanti saya panggil ULP nya supaya lebih jelas,” ucapnya.

Selain SDN 20 Kota Serang, ujar dia, masih banyak bangunan sekolah di Kota Serang yang masih membutuhkan rehabilitasi. Sehingga, pihaknya akan terus mendorong agar lembaga pendidikan bisa layak dan tidak membahayakan bagi siswa dan gurunya. “Banyak kalau mau ngitung itu, kemarin saja mengajukan rehab itu 70 an, ada rehab ringan, rehab berat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SDN 20 Kota Serang Ida Sa’adiah mengatakan, sudah membuat proposal terkait rehabilitasi ruang kelas. Sehingga, dengan kedatangan anggota DPRD Kota Serang diharapkan bisa mendorong percepatan proses rehabilitasi. “Mudah-mudahan saja ini kerja samanya dengan pihak terkait akan segera diatasi oleh mereka,” katanya.

Ruang kelas yang mengalami kerusakan, ujar dia, di lantai dua ada empat ruang kelas dan di bawah tiga. Meski demikian, sambil menunggu proses rehabilitasi pihaknya masih merasa nyaman dengan kondisi ruang kelas saat ini. “Sementara ini kami nyaman-nyaman saja, plapon yang sudah jebol akan saya perbaiki sementara,” ujarnya. (Rizki Putri/Masykur/SJ)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here