Kamis, 24 Mei 2018

Jelang Hari Santri Nasional, 700 Santri di Tangsel Dapat Bantuan

Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2017 pada Sabtu (21/10/2017), sebanyak 700 santri se-Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendapat bantuan. Kasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) Kemenag Kota Tangsel, M Edi Suharsongko mengatakan, santri yang mendapat bantuan berasal dari berbagai jenis pondok pesantren. “Bantuan ini utamanya untuk santri kurang mampu, tanpa membedakan jenis pondok pesantrennya,” katanya, Kamis (19/10/2017).

Menurut dia, sebanyak 700 santri yang mendapatkan bantuan tersebut berasal dari tujuh kecamatan yang ada di Kota Tangsel, baik yang dari pesantren salafi atau modern. “Sasarannya bukan pada lembaga pendidikannya, tapi kepada santrinya dalam pembiayaan pendidikan,” ujarnya sembari memaparkan bantuan tersebut sudah masuk dalam Dipa dan disebut Program Indonesia Pintar.

Persyaratan untuk mendapatkan bantuan, masing-masing santri mengajukan proposal permohonan dari pesantren masing-masing. Kemudian, proposal diajukan ke Kemenag Kota Tangsel. Setelah berkas diterima, kemudian ada seleksi berkas pengajuan oleh petugas. Selanjutnya, masih ada verifikasi faktual. “Pendaftaran dibuka sejak April 2017 lalu dan Oktober ini diharapkan sudah dapat dicairkan,” ucapnya.

Besaran yang akan diberikan berdasarkan kriteria nasional sebagaimana berikut. Untuk tingkat ulya atau madrasah aliyah atau sekolah menengah atas yang diterima sebesar Rp 1 juta per tahun. Tingkat kedua, wustho atau madrasah tsnawiyah (MTs) atau sekolah menengah pertama (SMP) sebesar Rp 750.000. Ketiga tingkatan ula atau madrasah ibtidaiyah (MI) atau sekolah dasar sebesar Rp 500.000 per tahun.

Sementara itu, merujuk pada data Kemenag Tangsel, jumlah pondok pesantren yang ada di Kota Tangsel jumlahnya mencapai puluhan. Terbagi atas dua model pondok, yakni salafi dan modern.
Kepala Kemenag Kota Tangsel, Zaenal Arifin menjelaskan, pondok pesantren yang terdaftar untuk izin beroperasional di Tangsel ada 46 pesantren, terdiri dari 40 pesantren modern dan 6 pesantren salafi.

“Meski Kota Tangsel wilayahnya tidak terlalu luas, namun memiliki jumlah pesantren cukup banyak,” tuturnya. Ia meyakini, di zaman modern seperti saat ini pesantren memiliki peran yang sangat penting di tengah masyarakat, di antaranya dalam pengembangan ilmu baik untuk anak didik dan juga orangtua.

Berdasarkan data Kemenag jumlah santri yang ada di pondok pesantren 8.242, madrasah diniyah (Madin) berjumlah 3.519 dan taman pendidikan Alquran (TPQ) berjumlah 22.766. “Mereka adalah putra-putri kami generasi penerus bangsa semoga kelak menjadi penganti-penganti orang yang berakhlak dan budi pekerti yang baik,” katanya. (Dewi Agustini)***


Sekilas Info

Gedung Baru Belum Selesai Dibangun, Anggota DPRD Tangsel Terancam Telantar

TANGERANG, (KB).- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terancam tak punya kantor. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *