Jelang Dibuka, Masjid Al-Azhom Disemprot Disinfektan

Jelang dibuka, petugas PMI Kota Tangerang melakukan penyemprotan masjid AL Azhom Kota Tangerang.*

TANGERANG, (KB).- Menjelang dibukanya kembali rumah ibadah, Masjid Raya Al-Azhom di kawasan Puspem Kota Tangerang disterilisasi dengan penyemprotan disinfektan. Adapun penyemprotan disinfektan dilakukan petugas PMI Kota Tangerang sebagai upaya melakukan pencegahan penyebaran COVID-19.

Kepala Divisi Penanggulangan Bencana PMI Kota Tangerang Tendi Yuliatno mengatakan penyemprotan dilakukan atas permintaan pengurus Masjid Al-Azhom.

“Penyemprotan dilakukan bukan hanya untuk mencegah penyebaran virus Corona, tapi juga virus dan bakteri lain,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (2/6/2020).

Selain tempat ibadah, kata dia, PMI juga menyemprotkan disinfektan di sejumlah fasilitas umum lainnya sebagai langkah pencegahan penyebaran COVID-19.

Kepala Biro Humas PMI Kota Tangerang Ade Kurniawan menambahkan dengan penyemprotan cairan disinfektan, masyarakat yang akan beribadah di Masjid Al-Azhom diharapkan merasa nyaman.

Baca Juga : Festival Al-Azhom ke-8 Diikuti 4 Negara

Ade juga menyerukan agar masyarakat selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat selama pandemi COVID-19 ini.

“Kami juga melakukan penyemprotan di seluruh wilayah yang ada di Kota Tangerang yang bekerjasama dengan PMI kecamatan menggunakan tiga mobil pick up, satu gerobak motor dan juga mobil Gunner untuk jalan-jalan protokol,” imbuhnya.

Sementara memasuki pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap ketiga, dengan mulai memberlakukan pelonggaran membuka rumah-rumah ibadah dengan protokol kesehatan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengumpulkan para pemuka agama dan memimpin rapat koordinasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Walikota Tangerang Arief R Wismanyah mengimbau kepada para pemuka agama agar dapat menyampaikan pada jamaahnya untuk mengikuti protokol kesehatan yang diberlakukan di rumah-rumah ibadah.

“Terdapat langkah-langkah yang harus kita terapkan untuk dapat memasuki rumah ibadah pada masa pandemi COVID-19 dewasa ini, seperti menyiapkan petugas untuk melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan, membatasi jumlah pintu masuk dan keluar rumah ibadah dan beberapa langkah lainnya,” ujar Arief.

Arief juga menegaskan bahwa penyebaran COVID-19 tidak akan berhenti jika masyarakat masih membandel serta tidak disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

“Satu-satunya yang dapat menangkal penyebaran wabah COVID-19 adalah disiplin masyarakat yang tinggi. Jika masih membandel, saya rasa akan sulit menahan laju penyebarannya,” jelasnya.

Arief mengamanatkan kepada para pemuka agama untuk menyampaikan informasi dibukanya kembali rumah ibadah dengan protokol kesehatan kepada seluruh masyarakat di Kota Tangerang.

“Kami utamakan rumah-rumah ibadah agar difungsikan kembali seperti sedia kala, agar umat bisa terus memanjatkan doa terbaiknya supaya pandemi di Indonesia bisa segera berakhir,” tukasnya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here