Jelang Buka Puasa, Rumah Janda Terbakar

PANDEGLANG, (KB).- Musibah kebakaran kembali terjadi di wilayah Pandeglang, tepatnya di Kampung/Desa Cikayas, Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang, Selasa (20/6/2017) sekitar pukul 17.30. Kebakaran yang terjadi saat menjelang waktu buka puasa itu mengakibatkan sebuah rumah milik Upit, janda sebatangkara dan warung milik Bayi warga sekitar hangus hingga rata dengan tanah. Sehari sebelumnya, kebakaran juga terjadi di sebuah gudang limbah di Cipeucang, Pandeglang.

Menurut informasi, aksi kebakaran tersebut diduga akibat sumber api berasal dari rumah Upit yang tinggal seorang diri. Dari informasi warga, sumber api yang membakar rumah tersebut diduga dari tungku atau tempat memasak. Diduga lupa mematikan, api tungku itu akhirnya dengan cepat membakar rumah tersebut hingga merambat ke warung di sebalahnya.  Warga sekitar kejadian, Maman Munarman mengatakan, sore hari kejadian itu dirinya sontak saat melihat api tiba-tiba membesar melalap rumah milik Upit.

Saking besarnya kobaran api yang tertiup angin itu hingga akhirnya api menjalar ke warung yang jaraknya berdekatan dengan rumah tersebut. “Saya bersama warga dan petugas sempat berusaha untuk memadamkan api, namun usaha kami sia-sia, karena api kian membesar. Api berhasil padam sejam setelah kejadian dan telah meludesi harta benda milik korban,” kata Maman. Ia tidak mengetahui pasti awal mula api dari tungku itu bisa membakar rumah tersebut. Ia baru mengetahuinya setelah api sudah merambat besar ke atas rumah dan warung tersebut. “Api tiba-tiba terlihat besar membakar rumah Upit dan kami kaget langsung berhamburan bersama warga. Kami bersama warga sibuk menyelamatkan pemilik rumah Upit dan pemilik warung Bayi hingga selamat dari ancaman api,” ujarnya.

Kepala Desa Cikayas Amad Lessmana membenarkan satu rumah dan warung milik warganya ludes terbakar. Kejadiannya menjelang waktu buka puasa. Hingga saat ini pihak desa tetap membantu keberadaan korban kebakaran. “Kami akan mengajukan bantuan ke pemerintah daerah agar korban bisa mendapatkan bantuan. Sebab, korban itu adalah orang tidak mampu. “Saya bersama warga mengumpulkan sumbangan untuk membantu dua korban kebakaran. Selebihnya akan mencoba mengajukan bantuan ke Pemkab Pandeglang. Kami akan koordinasi dengan Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Angsana, untuk mempersiapkan bantuan berupa sembako dan pakaian layak untuk para korban,” ucap Ahmad.

Pihaknya merasa prihatin dengan musibah kebakaran menimpa dua warganya, terutama pemilik rumah bernama Upit itu adalah janda tua yang hidup sebatangkara. Untuk itu, korban tersebut akan menjadi prioritas mendapatkan bantuan agar bisa kembali memperbaiki rumahnya. Sebab menurutnya, pembangunan rumahnya juga hasil dari swadaya masyarakat. “Dulu juga rumahnya hasil rereongan warga. Mudah-mudahan ada juga bantuan dari Pemerintah, dan kami mengharapkan sekali perhatian dari pemerintah,” ucapnya.

Hal senada di ungkapkan Ketua Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Angsana, Beni. Ia menjelaskan, pihaknya sudah mempersiapkan bantuan untuk korban. “Kita punya sembako dan pakaian layak pakai di markas KSB. Saya sudah perintahkan wakil ketua dan anggota untuk mempersiapkan bantuan sementara sembako berupa mi instan, sarden, susu dan pakaian layak pakai. “Kami akan coba koordinasikan masalah ini dengan Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang, dengan harapan korban bisa mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Apalagi ini mau lebaran, kasihan mereka harta bendanya ludes terbakar,” tuturnya. (H-50)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here