Jelang Arus Mudik 2019, KKP Antisipasi Penyebaran Penyakit

Fogging di Pelabuhan Merak.*

CILEGON, (KB).- Kota Cilegon yang kini masuk siklus tiga tahunan, mendapat atensi dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Banten. Untuk persiapan arus mudik, KKP Banten melakukan pengasapan atau foging di Pelabuhan Merak, Rabu (22/5/2019).

Kegiatan tersebut, dilakukan untuk membunuh nyamuk-nyamuk dewasa di pelabuhan tersebut. Tidak hanya foging, KKP Banten juga melakukan spray untuk mematikan lalat dewasa.

Kepala KKP Banten Wilpren Gultom mengatakan, foging dan spray dilakukan petugas KKP Banten mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB. Belasan petugas dikerahkan KKP pada kegiatan tersebut. “Foging dan spray kami lakukan dari pintu masuk hingga ke belakang,” katanya, Rabu (22/5/2019).

Sebelum foging, ujar dia, pihaknya menyebarkan obat abate di sejumlah tempat penampungan air. Hal tersebut untuk membunuh jentik nyamuk. “Kami survei dulu, di mana saja tempat-tempat penampungan air. Kami beri bubuk antar dulu, setelah itu barulah kami foging,” ucapnya.

Menurut dia, kegiatan foging dan spray tersebut, untuk mengatisipasi penyebaran penyakit yang dibawa melalui kontak langsung kedua hewan tersebut, misalnya malaria, demam berdarah, zika yang disebarkan melalui nyamuk, serta diare dan gangguan pencernaan yang disebarkan melalui lalat.

“Setiap tahun saat arus mudik Pelabuhan Merak selalu dipadati oleh pemudik, pengendalian faktor perlu dilakukan, agar penyakit yang diidap satu pemudik tidak tersebar ke pemudik yang lain melalui gigitan nyamuk,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengendalian Risiko Lingkungan (PRL) pada KKP Banten Ucup Supriyadi menjelaskan, upaya pengendalian populasi lalat dan nyamuk tersebut, dilakukan untuk memastikan perkembang biakan kedua hewan tersebut, benar-benar terkendali.

“Lalat kan bisa terbang, saat kami spray dia bisa kabur terbang. Hal itulah yang harus kami antisipasi, yakni dengan foging,” katanya.

Menurut dia, KKP juga telah melakukan sosialisasi peningkatan kesehatan terhadap para pedagang. Selain itu, melakukan pemeriksaan terhadap makanan-makanan tersebut.

“Makanan dalam kemasan yang kedaluwarsa semuanya telah kami tarik, kemudian dari hasil pemeriksaan pun alat-alat yang digunakan untuk memasak dalam keadaan baik,” ucapnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here