Jazuli Juwaini: Pesantren Pusat Pengembangan Karakter

SERANG, (KB).- Pondok pesantren merupakan pendukung utama pembangunan karakter bangsa. Oleh karena itu, pemerintah perlu memperhatikan pesantren, terutama terkait fasilitasnya. Demikian dikatakan Dr Jazuli Juwaini ketika memberikan tausiyahnya pada acara Haflah Musyahadah dan pelepasan siswa kelas akhir Madrasah Aliyah Darul Anwar di Kompleks Pondok Pesantren Modern Darul Anwar. Cinangka, Kabupaten Serang, Rabu (9/5/2018) malam.

“Pembangunan bangsa ini berawal dari pembangunan SDM. Hal-hal yang berkaitan dengan akhlak, sikap, perilaku, etika, nilai-nilai, norma-norma, itu ada dan dibangun sangat baik di pondok pesantren,” kata Jazuli.

Dia menegaskan pesantren memerlukan perhatian dari pemerintah, terutama terkait aspek fasilitasnya. Jazuli juga menilai aspek ekonomi umat di pondok yang sudah memiliki komunitas bisnis harus segera dilibatkan agar para santri kelak ketika lulus dapat melebur ke masyarakat.

Jazuli yang lulusan pesantren ini mengaku setiap ke daerah selalu berkunjung ke pesantren. Saat kunjungan itulah, dia senantiasa mendapatkan infomasi sejumlah permasalahan dari para kiai pimpinan pesantren. “Ini semakin memperbanyak dan memperkuat pemahaman kita mengenai masalah di pondok pesantren,” katanya.

Pemimpin Pondok Pesantren Darul Anwar Banten H Aang Syi’arullah Alhilali menjelaskan kegiatan haflah musyahadah dan pelepasan siswa ini berlangsung selama dua hari, Selasa-Rabu (8-9/5/2018). “Kegiatan seperti ini berlangsung setiap tahun,” katanya.

Menurut Aang rangkaian acara dimulai Selasa (8/5/2018) malam dari pukul 19.00-23.00 wib. “Pada rangkaian acara pertama ini diisi dengan penampilan kreativitas dan targhiban siswa Madrasah Aliyah Darul Anwar,” katanya. Besok harinya, Rabu, dari pukul 07.30-17.00 WIB digelar pelepasan RA Islamiyah Darul Anwar, targhiban RA Kelompok A dan B, serta targhiban TPA, TQA. Pada malam harinya dari pukul 19.30-00.00 WIB dilaksanakan acara pelepasan siswa MA Darul Anwar. Sementara puncak acaranya berupa cemarah agama.

“Kami sangat bangga karena pada Haflah tahun ini, pesantren kami dikunjungi oleh dua doktor sebagai penceramah. Mereka berbagai ilmu di sini. Ada Dr KH Jazuli Juwaini dan DR Hj Lilis Suaidah. Sekali lagi, Ini merupakan kebanggan bagi kami,” ujar Aang.

Menurut Aang, pada puncak acara ditampilkan sejumlah kreasi seni seperti marawis, nasyid, dan angklung dari siwa Madrasah Aliyah Darul Anwar. Pondok Pesantren Darul Anwar saat ini menjadi salah satu pusat pendidikan yang telah meluluskan santri berkualitas. Setiap tahun, banyak lulusan dari pesantren ini yang diterima di Al Azhar Kairo, Tunisia, dan Saudi.

Kecewa 

Kendati demikian, ketika memberikan sambutan, Aang mengatakan keluarga besar Pondok Pesantren Darul Anwar merasa kecewa kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Banten yang tidak hadir dalam acara tersebut. Menurut Aang, pihaknya tidak mengetahui alasan ketidakhadiran gubernur dan wakil gubernur tersebut karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya.

“Padahal sebelum menjadi wakil gubernur, H Andika berkunjung ke pondok. Tapi setelah beliau jadi wagub, susah untuk datang. Selayaknya beliau hadir untuk menyapa masyarakat, mengucapkan terima kasih atas dukungannya,” ujar Aang.

Begitu juga Aang menyampaikan kekecewaan keluarga besar pesantrennya kepada Bupati Serang yang hanya mewakilkan untuk memenuhi undangan acara tersebut. Padahal, menurut Aang, jumlah pengunjung sangat banyak, dan dihadiri para kiai se-Kecamatan Cinangka, ujarnya. (KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here