Jaseng tak Sekadar Bahasa

Dari berbagai pakar juga ahli dalam bidang bahasa, seperti Kridalaksana dan Djoko Kenjcono pada tahun 1982-1983. Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial, untuk bekerja sama, berkomunikasi serta mengidentifikasi diri. Nah, definisi bahasa tersebut juga ternyata sejalan dengan penjelasan dari beberapa sumber seperti Barber (1964), Trager (1949) De Saussure (1966), Bolinger (1975), dan Wardhaugh (1977).

Di Indonesia, kita memiliki bahasa persatuan, yakni bahasa Indonesia. Tapi selain itu, Indonesia yang memiliki banyak suku, ras, dan budaya, di negara ini juga punya banyak bahasa daerah yang beragam. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia lebih sering menggunakan bahasa daerahnya sendiri. Namun seiring berjalannya waktu dan era globalisasi yang semakin maju maka kini bahasa daerah mulai tergerus atau bahkan jarang digunakan lagi, terutama di Banten.

Bahasa daerah atau yang biasa disebut dialek, merupakan sebuah bahasa yang digunakan dalam satu wilayah daerah tertentu. Alasannya dengan begitu masyarakat luar daerah mengenali identitas diri kita melalui bahasa daerah itu sendiri. Dalam kehidupan sehari-hari, biasanya komunikasi antara orangtua dan anaknya kebanyakan menggunakan bahasa daerah. Untuk di daerah Banten, khususnya di Serang masih banyak masyarakat yang lebih menyukai penggunaan bahasa tradisional.

Tapi sayangnya banyak pula anak-anak muda yang terkesan malu, untuk menunjukkan identitas mereka dengan menggunakan bahasa khas daerahnya sendiri. Lalu, bagaimanakah tanggapan budayawan dan penggiat bahasa Jaseng (Jawa Serang) yang ada di Banten. Seberapa pentingkah bahasa daerah dikalangan anak-anak muda zaman sekarang? Dan apakah mereka diharuskan untuk bisa atau setidaknya mengerti pada bahasa daeranya sendiri. Mari kita lihat komentar dan juga tanggapan para narasumber.

Toto ST Radik: Bahasa Adalah Identitas Daerah

Penggunaan bahasa daerah di setiap wilayah yang ada di Banten terutama Serang, masih banyak yang menggunakannya. Untuk Banten sendiri sebenarnya memiliki dua bahasa daerah yang paling sering digunakan, yaitu bahasa Sunda dan Jawa. Untuk bahasa Sunda banyak digunakan di daerah Banten Selatan, seperti Pandeglang dan Lebak. Sedangkan untuk bahasa Jawanya atau Jaseng (Jawa Serang) itu memiliki dua perbedaan pengucapan. Yang pertama bahasa Jawa Serang halus atau bebasan biasa digunakan oleh kebanyakan orangtua atau sepuh (tokoh yang dituakan). Sedangkan bahasa Jawa Serang kasar yang paling umum digunakan di daerah perkotaan dan perkampungan.

Menurut budayawan di Kota Serang, Toto ST Radik mengatakan, untuk di Kota Serang penggunaan bahasa Jawa Serang (Jaseng) masih banyak digunakan dalam pergaulan sehari-harinya. “Yang saya tau, di Kota Serang sendiri masih banyak orangtua dan anak-anak yang menggunakan bahasa Jawa Serang di tempat mereka tinggal. Dalam pergaulan pun mereka masih memakai bahasa Jaseng dan menurut saya, untuk disini (Serang) bahasa daerah masih akan terus digunakan dan berkembang,” ujar Toto.

Bahasa daerah sendiri sebenarnya merupakan bahasa yang diturunkan dari kakek dan nenek kita, dengan seiring berjalannya waktu terus berkembang yang kemudian menjadi bahasa khas daerah. Dalam kehidupan sehari-hari komunikasi sangatlah penting, maka sangat diperlukan juga untuk generasi muda bisa dan mengerti bahasa daerah. Seperti yang dijelaskan Toto, betapa pentingnya bahasa daerah tersebut dalam pergaulan.

“Sangat perlu dan penting untuk anak-anak muda di Kota Serang khususnya yang tinggal dan lahir di sini, bisa paham juga mengerti bahasa daerahnya. Apalagi kalau bisa menggunakan bahasanya dengan baik. Tujuannya agar mereka tidak kehilangan bahasa daerahnya itu sendiri, karena menurut saya itu sama saja seperti kehilangan identitas diri,” tuturnya.

Rambo Serang: Bangga
dan Senang Pakai Jaseng 

Keanekaragaman budaya dan bahasa daerah memiliki peranan penting juga berpengaruh terhadap bahasa yang akan diperoleh seseorang pada tahapan berikutnya. Dengan adanya bahasa daerah menjadi satu ciri bahwa Indonesia sebagai negara yang kaya akan kebudayaannya. Namun sangat disayangkan, untuk generasi muda di Kota Serang saat ini lebih memilih tidak menggunakan bahasa daerahnya.

Seperti yang disampaikan Rambo Serang salah seorang pengisi suara dalam video pendek yang sedang ramai di Youtube dan Instagram. Pemilik akun ini, sering menggunakan bahasa Jawa Serang. Ia mengatakan, jika dirinya sangat bangga dengan bahasa yang dimiliki Banten. “Sekeren-kerene uwong, lamun ore bise nganggo bahasa daerah deweke malah cupu…hahaha. Jujur bae kite mehh yahh, bangga, seneng kebine-bine karo bahasa jaseng kehh. Soale ape? ngeweruhaken ning liane lamun kite keh wong Serang Banten,” katanya. Yang artinya “Sekeren-kerennya orang, kalau tidak bisa bahasa daerahnya sendiri itu nggak keren. Jujur aja saya nih bangga dan sangat senang sama bahasa jaseng (Jawa Serang). Karena apa? Itu sama saja kita memberitahu pada orang lain kalau saya ini orang Serang Banten”.

Rambo Serang juga mengatakan untuk apa kita malu terhadap bahasa asli daerah sendiri dan jangan takut dianggap tidak gaul, dengan kita berani berbahasa daerah dalam pergaulan. “Kenapa harus malu sama bahasa daerah sendiri kalau kita bisa. Coba dong contoh daerah lainnya, yang kalo ketemu sama temen sekampung bicara pake bahasa daerah mereka. Kayak misalnya orang sunda, dimanapun mereka tinggal tetep pake bahasa sunda,” ujar pria yang enggan disebutkan identitas aslinya ini.

Nahh, yukk sobat Bantenezian mulai sekarang kita biasakan menggunakan bahasa Jawa Serang, dalam berkomunikasi pada sesama teman dan keluarga di rumah. Setidaknya dengan langkah kecil ini, kita turut serta dalam melestarikan bahasa Jawa Serang ini di Banten. “Yohh bocah, aje ngaku wong Serang sire lamun ore bisa ngomong jaseng, aje sok ngerasa keren sire to’u lamun isin karo babasan. Kite keh wong Serang bise babasan kalan jaseng, hahaha,” ujar Rambo Serang menambahkan dengan suara dan ketawa yang khas.

Komentar Bantenezian

Indah Nurjanah,
Siswi SMA Mardi Yuana Kota Serang XII IPS:

Hehehe iya tau jaseng, Jawa Serang kan ya? Bisa dong, tapi kalo di rumah aja sih sama keluarga, di sekolah mah enggak. Soalnya gak ada yang ngajak pake bahasa Jaseng, tapi kadang suka pake juga sih kalo pas lagi bercandaan. Bahasa Jawa Serang adalah bahasa daerah yang mudah dihafal, Lucu aja sih sama bahasa Jaseng, terus gampang banget diingetnya. Kalo menurut saya sih, penting banget ya buat anak-anak sekolah bisa bahasa jaseng. Apalagi yang lahir sampe besar di Serang.

Muhammad Sufriyatna, Siswa SMAN 3 Kota Serang: 

Duhh.. kalo jaseng saya belum bisa. Soalnya di rumah kalo ngobrol pake bahasa Sunda, tapi kalo ada orang yang ngomong pake Jaseng ngerti sih. Jujur ya, sebenernya saya juga pingin banget bisa ngomong Jaseng. Kayaknya seru gitu dengernya, jadi penasaran banget pingin belajar. Biar bisa nimpalin kalo temen-temen lagi ngobrol pake jaseng, haha.

Tri Meliana, Siswi SMK PGRI 3 Kota Serang: 

Kalo di sekolah emang rata-rata pada pake Jaseng, malah kebalikan di rumah yang jarang banget paka bahasa Jaseng, hehe. Engga ko gak malu. Lahh saya kan orang Serang, jadi ya harus bisa juga dong pake bahasa Jaseng. Malah suka lucu kalo ada orang yang sok gaul, bilang alergi sama bahasa Jaseng. Biar kekinian jadi sok pake bahasa Inggris, yang dia sendiri gak paham artinya apaan, wkwkwk.

 Difa, Siswa SMAN 2 Kota Serang: 

Kadang suka malu kalo ngomong pake bahasa Jaseng. Tapi, karena di rumah suka bercandaan sama temen pake bahasa Jaseng jadi gak malu. Nah kalo di sekolah udah gak ada lagi tuh yang pake bahasa jaseng, malah yang ada saya suka diejek kalo ngomong jaseng. Rata-rata temen sekolah bahasanya sok gaul ngikutin artis, yang emang suka gak jelas juga bahasa sama artinya. Kadang suka iri juga sih kalo main ke Bandung banyak anak-anak mudanya yang nggak malu ngobrol pake bahasa Sunda.

Wisnu, Siswi SMA Negeri 1 Cikande: 

Bahasa Jawa Serang itu ciri khas bahasa orang Serang. Selain bahasa Sunda juga kan. Menggunakan bahasa Jawa Serang di lingkungan sekolah dan di rumah itu sangat baik. Tapi harus ada batasan penggunaan bahasa Jawa Serang, karena di sekolah ataupun di lingkungan rumah itu tidak semuanya bisa berbahasa Jawa Serang. Maksudnya, ada pembatasan penggunaan bahasa Jawa Serang disini, kita harus melihat dulu lawan bicara kita mengerti atau tidak.

Mutiah, Siswi SMK Baja Kota Serang: 

Pengaruh perkembangan teknologi membuat bahasa Jawa sudah jarang sekali digunakan. Untuk menggunakannya hanya di lingkungan rumah saja, di sekolah memakai bahasa Indonesia. Untuk melestarikannya, tentu penggunaan tutur kata dengan siapa kita berbicara terlebih kepada orangtua, kalau ke teman menggunakan bahasa Indonesia, di sekolah tidak masuk kedalam mata pelajaran, dan hanya dipelajarinya ketika di SD dan SMP.

Riskiah Safitri, Siswi SMK Baja Kota Serang:

Saya lebih menggunakan bahasa Indonesia. Sebagai generasi muda tentu harus bisa melestarikan dan menggunakan bahasa Jawa Serang, tapi dilihat kondisi sekarang ini sudah banyak di kalangan pelajar lebih menggunakan bahasa Indonesia, dibandingkan bahasa Jawa Serang. Lingkungan juga memengaruhi penggunaan bahasa yang digunakan di kalangan pelajar. (Rizqi Putri/Zahra/Ridwan/Denis)***

 

1 KOMENTAR

  1. Saya orang pendatang diserang pas awal” denger bhasa jassng kukira bhasa jawa yng dimodifikasi sma orang itu, eh pas besok besok nya lagi denger tetangga ngomong pake bhasa jaseng trus aku nanya sma kaka sya ko ngomongnya gituu?? Yaitu bahasa jaseng itu bahasanya orang sini, oalah gitu to dan setelah 3tahun kuamati ternyata gak beda jauh sma bahasa aku dan bahasa jaseng itu lucu jadi penasaran pengen belajar wkwk.. Tapi bersyukur selama 3tahun sya sedikit demi sedikit bisa bahasa jaseng 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here