Selasa, 25 September 2018

Jaro Banten Akan Menjadi Mediator Masyarakat dan Pemerintah

SERANG, (KB).- Jaro Banten yang merupakan perkumpulan urang Banten resmi dideklarasikan di Masjid Ats Tsauroh Kota Serang, Selasa (11/9/2018). Perkumpulan ini memiliki tagline “Jawara Banten Kabula, Kabale, Kabalandongan” itu akan menjadi mediator antara masyarakat dan pemerintah.

“Aspirasi dari anggota bahwa dikehendaki ada civil society yag tidak berpartai, tapi punya komitmen tentang ke Bantenan supaya pikiran kita jernih,” kata ketua Jaro Banten yang merupakan admin WAG Urang Banten Taufiqurrachman Ruki usai deklarasi, Selasa (11/9/2018).

Hadir pada deklarasi itu beberapa tokoh Banten seperti Embay Mulya Syarief, Taufik Nuriman, A’eng Haerudin, Daenulhay dan tokoh Banten lainnya.

Menurutnya, perkumpulan itu bukan bentuk oposisi terhadap pemerintah. Tetapi komitmen yang dibangun yaitu menjadi mediator antara masyarakat dan pemerintah, dengan memberikan solusi terhadap pemerintah dalam menyelesaikan aspirasi masyarakat.

“Kita tahu pemerintah pun tidak mulus dalam melakukkan pekerjaannya,” ucapnya.

Hal senada disampaikan tokoh Banten Embay Mulya Syarief. Menurutnya, tidak semua permasalahan dapat diselesaikan oleh pemerintah, baik eksekutif maupun legislatif tanpa adanya kesadaran dari masyarakat. Dengan dideklarasikannnya Jaro Banten yang bermula dari WAG Urang Banten, bisa menjadi solusi dalam memberikan pemecahan masalah.

“Kita memposisikan diri tidak sebagai oposan, juga bukan bagian dari mereka. Kita akan mencoba sebagai problem solver. Kita bukan mau jadi trouble maker,” katanya.

Embay menjelaskan, Urang Banten merupakan semua masyarakat Banten yang ada dan mencintai Banten, meskipun bukan warga Banten dan tidak tinggal di Banten. Tetapi jika memiliki kepedulian terhadap Banten, maka akan tetap diakui sebagai Urang Banten.

“Contoh, Prof. Sartono Kartodirjo, itu bukan orang Banten tapi pernah menulis buku tentang perang Cilegon. Kita anggap beliau berjasa bagi Banten,” ucapnya.

Kata Embay, semua hal yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat akan menjadi fokus bagi perkumpulan itu, sehingga harapan masyarakat Banten menjadikan Banten sejahtera dan modern bisa tercapai.

“Harapannya mudah mudahan kita bisa mempercepat cita-cita semua, yaitu Banten yang sejahtera,” ujarnya.

Embay menyampaikan, pihaknya sudah sejak lama bergerak demi keingingan masyarakat Banten. Sehingga ditegaskannya, tidak ada kepentingan politik praktis dalam perkumpulan itu.

“Kita kongkret, dulu belum ada Tagana belum ada BPBD belum ada Basarnas, kita bergerak mengirim bantuan ke Aceh, melatih relawan,” kata Embay.

Dalam hal ekonomi dan pendidikan, Embay melihat banyak potensi yang bisa dikembangkan. Tetapi karena tidak adanya sinergis ataupun mediator antara masyarakat dan pemerintah sehingga potensi tersebut tidak tergali dengan maksimal.

“Tadi antara lain beberapa program pendidikan mungkin kita harus lebih banyak menciptakan politeknik yang tiga tahun langsung (kerja), dan itu link and match,” ucapnya. (Masykur)*


Sekilas Info

Pilpres 2019, Balad Jokowi Fokus Pemenangan Jabar-Banten

SERANG, (KB).- Relawan Balad Jokowi fokuskan meraih kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin diwilayah Jawa Barat dan Banten pada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *