Rabu, 16 Januari 2019
Salah satu peserta menampilkan kebolehannya dalam Kejurda Festival Pencak Silat.*

Jaring Atlet Potensial, IPSI Banten Gelar Kejurda Festival Pencak Silat

SERANG, (KB).- Pengurus Provinsi (Pengprov) Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Banten menggelar kejuaraan daerah (Kejurda) Festival Pencak Silat di Lapangan Bola Lontar, Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Ahad hingga Senin (26-27/8/2018).

Kejuaraan tersebut digelar, untuk menjaring atlet potensial pencak silat asal Banten. ”Kegiatan ini (Festival Pencak Silat) se-Provinsi Banten kami adakan sengaja untuk menyeleksi pencak silat terbaik Banten, agar dapat mewakili Banten dalam Kejurnas (Kejuaraan Nasional) pada November (2018),” kata Ketua Pengprov IPSI Banten, Ajat Sudrajat saat ditemui di sela-sela acara, Senin (27/8/2018).

Ia mengatakan, kejurda tersebut merupakan kalender resmi IPSI Banten yang diselenggarakan setiap tahun. Tujuan diselenggarakannya acara tersebut, selain menjaring atlet pencak silat berbakat, juga sebagai ajang mempertemukan perguruan pencak silat di Banten.

”Kejurda kami laksanakan hampir setiap tahun bukan hanya dalam rangka menyambut Kejurnas. Perguruan di Provinsi Banten ini hampir 500, mereka berlatih di perguruannya, padepokannya. Mereka tidak pernah mengadakan festival, IPSI Banten berkewajiban melaksanakannya (Festival Pencak Silat) setiap tahun,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setiap kabupaten dan kota di Banten mengirim delegasi atletnya. Adapun kategori pertandingan yang diselenggarakan mulai dari usia dini, remaja, dewasa, dan senior. ”Tidak ada pertarungan dalam festival pencak silat cuma kaidah silat yang diterapkan seperti tari jaipong,” ucapnya.

Ketua Pengamat Festival Pencak Silat, Ade Yuda Warsa Muhayat menjelaskan, ada empat poin yang menjadi dasar penilaian dewan juri. Pertama, keaslian gerak dengan nilai 15, kedua kemantapan gerak nilai 30. ”Dari kemantapan gerak baru kekayaan gerak nilainya sama 30, baru setelah itu penampilan nilainya 25,” tuturnya.

Dalam Festival Pencak Silat tersebut, kata dia, terdapat lima juri yang memberikan penilaian. Kelima juri tersebut, sudah memiliki sertifikat nasional. Dari kelima juri tersebut, hanya tiga penilaian juri yang diambil dalam memutuskan pemenang.

”Dari lima juri itu, yang tertinggi kami coret (nilai), terendah kami coret. Kami ambil cuma tiga. Kami ambil (juri) dari kabupaten kota yang lisensi nasional, kalau tingkat provinsi harus nasional, kalau lisensi kabupaten tidak boleh di sini (menjadi juri), jadi tidak sembarangan penugasan jurinya,” ujarnya. (FI)*


Sekilas Info

KONI Banten Buka Peluang Tambah Kuota Pelatda Jangka Panjang

SERANG, (KB).- Ketua Komite Olah raga Nasional Indonesia (KONI) Banten, Rumiah Kartoredjo membuka peluang bagi pengurus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *