Januari-Oktober 2019, Bursa Kerja Khusus Serap 11.700 Tenaga Kerja

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang mencatat, program Bursa Kerja Khusus (BKK) hingga Oktober 2019 telah menyerap sekitar 11.700 angkatan kerja. Program tersebut dinilai efektif mengurangi pengangguran. Untuk itu, Disnakertrans mendorong seluruh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ikut program tersebut.

Kepala bidang (Kabid) Bina Penempatan Kerja (Binapenta) pada Disnakertrans Kabupaten Serang Ugun Gurmilang mengatakan, program BKK dinilai efektif menekan angka pengangguran di Kabupaten Serang tahun ini.

Sejak Januari sampai Oktober 2019 sudah ada sekitar 11.700 angkatan kerja yang terserap melalui program BKK. Selain itu, tahun ini jumlah SMK yang mendaftar sebagai BKK juga terus bertambah.

“Sudah ada sekitar 11.700 angkatan kerja yang terserap melalui program BKK ini. Sebagian ada juga dari kerja sama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang dan perusahaan dalam hal rekrutmen,” kata Ugun kepada wartawan, Sabtu (9/11/2019).

Menurutnya, BKK merupakan program kerja sama dengan perusahaan industri dalam hal pelatihan dan penempatan tenaga kerja. Tahun ini sudah hampir semua SMK mulai mendaftarkan untuk menjadi BKK ke Disnakertrans Kabupaten Serang. Sehingga memudahkan lulusan dalam mendapatkan pekerjaan, dan secara otomatis jumlah pengangguran juga akan berkurang.

“Awal tahun BKK masih sedikit sekali, karena belum ada yang tahu. Tapi setelah melakukan sosialisasi terus menerus, akhirnya hampir semua SMK berminat untuk jadi BKK,” tuturnya.

Menurut Ugun, jumlah tenaga kerja melalui program BKK masih dapat terus bertambah. Hal itu karena saat ini dalam perekrutan tenaga kerja, perusahaan ada yang melaporkan dan masih ada yang tidak melaporkan ke Disnakertrans Kabupaten Serang.

“Yang 11.700 angkatan kerja itu juga bisa bertambah jumlahnya. Soalnya kan perusahaan juga tidak semua yang melaporkan kepada kami. Tapi sudah pasti bertambah,” ucapnya.

Dia menargetkan, tahun depan semua SMK di Kabupaten Serang dapat mendaftarkan menjadi BKK. Sebab selama ini lulusan SMK merupakan jumlah terbanyak untuk angka pengangguran di Kabuapten Serang. Sehingga pihaknya memprioritaskan untuk lulusan SMK terlebih dahulu.

“SMK paling banyak untuk angka pengangguran, jadi kami fokus kesitu dulu. Tapi untuk lulusan SMA juga kan kami ada kerja sama dengan perusahaan untuk mengutamakan warga Kabupaten Serang baru warga luar,” tuturnya. (Tresna Mulyanawati)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here