Januari-Maret 2019, Terjadi 13 Kasus Pencemaran Lingkungan di Kabupaten Serang

SERANG, (KB).- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang mencatat sejak awal Januari hingga 25 Maret 2019 sudah terjadi 13 kasus pencemaran lingkungan di wilayahnya. Jumlah tersebut tersebar di wilayah Serang Barat dan Timur dengan berbagai kasus mulai dari limbah cair hingga udara.

Kepala Seksi Penanganan Kasus Lingkungan DLH Kabupaten Serang Lili Amaliawati mengatakan, pihaknya biasa melakukan pelaporan per triwulan ke Bappeda terkait kasus yang terjadi. Sejak awal Januari hingga 25 Maret ini tercatat sudah ada 13 kasus lingkungan yang terjadi. ”Itu tersebar di Barat dan Timur,” ujarnya kepada Kabar Banten saat ditemui di kantornya, Senin (1/4/2019).

Lili mengatakan, selama ini pihaknya menampung terlebih dahulu setiap pengaduan yang masuk melalui kepala dinasnya. Setelah itu kasus per kasus akan diverifikasi kebenarannya. ”Diverifikasi apakah kasus murni lingkungan bukan, kalau bukan nanti ada pelimpahan ke OPD lain yang berwenang,” katanya.

Ia mengatakan, saat ini tren perusahaan sudah mulai banyak yang patuh. Selain itu, saat ini belum masuk musim kemarau sehingga kondisi aliran sungai yang biasa tercemar pun masih aman. ”Kalau kasus ada saja, tapi kalau musim hujan tidak di sungai teriaknya, paling udara, itu pun tidak terlalu besar. Kalau limbah cair kenanya di kemarau,” tuturnya.

Sementara, disinggung soal masih banyak perusahaan yang belum memiliki Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), Kepala Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan DLH Kabupaten Serang Suherlan mengatakan, dalam hal ini pengawasan yang dilakukan didasarkan pada dokumen lingkungan yang sudah dikeluarkan.

Jika sekiranya memang dalam dokumen UKL/UPL, Amdal atau Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL) perusahaan itu harus membuat IPAL, maka pihaknya akan menekankan agar mereka membuat IPAL. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here