Jamkrida Banten Terancam Gigit Jari

SERANG, (KB).- Pemindahan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Pemprov Banten dari Bank Banten ke BJB berdampak terhadap bisnis Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Banten. Perusahaan plat merah tersebut, terancam tidak bisa lagi menjadi penjamin kredit aparatur sipil negara (ASN) yang kini beralih ke BJB.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Banten Ade Hidayat mengatakan, pemindahan RKUD turut membuat kredit ASN di Bank Banten beralih ke BJB. Mekanismenya, kredit ASN yang dulunya ke Bank Banten dilunasi oleh BJB, kemudian ASN bersangkutan membayar kredit menjadi ke BJB.

“BJB ini membayar kredit ASN ke Bank Banten, dibayar lalu pindah kredit ASN di BJB,” katanya seusai kunjungan Komisi II DPRD Banten ke Kantor Jamkrida Banten, Kota Serang, Selasa (2/6/2020).

Selama di Bank Banten, kredit ASN tersebut, dijamin oleh Jamkrida Banten yang merupakan perusahaan daerah bergerak di bidang jaminan kredit. Dengan adanya adanya pelunasan kredit di Bank Banten oleh BJB dan pembayaran kredit menjadi ke BJB, maka penjaminan kredit oleh Jamkrida Banten di Bank Banten sudah selesai. Adapun penunjukan penjamin kredit di BJB bergantung kebijakan BJB itu sendiri.

“Belum tentu BJB memberikan usaha penjaminannya kepada Jamkrida Banten. Kredit di Bank Banten sudah dilunasi oleh BJB, maka berarti penjaminannya juga selesai. Kalau BJB tidak menunjuk Jamkrida lagi sebagai penjaminnya, maka Jamkrida kehilangan usaha penjaminan,” ujarnya.

Baca Juga : Pemprov Banten Pilih Simpan Kas di BJB

Sementara, di sisi lain pemindahan RKUD juga membuat uang Jamkrida di Bank Banten tidak dapat dicairkan.

“Jadi, ada uang Jamkrida Rp 11,4 miliar di Bank Banten yang tak bisa dicairkan. Uang ini modal yang dideposito di Bank Banten, enggak bisa diambil, karena masih begitu (kondisi Bank Banten), apa-apanya kan harus OJK,” ucapnya.

Ia berharap, permasalahan tersebut dipikirkan oleh Gubernur Banten. Ia ingin perusahaan daerah milik Provinsi Banten terselamatkan.

“Persoalannya selamat atau tidak, maka pak gubernur yang harus bisa menjelaskan kepada rakyat. RKUD iya bisa diselamatkan oleh pak gubernur. Tapi, aset perusahaan lainnya itu yang dipikirkan jalan keluarnya,” tuturnya.

Menurut dia, salah satu jalan keluarnya, yaitu Gubernur Banten bisa mengembalikan kembali RKUD ke Bank Banten.

“Kami Komisi III DPRD Banten prinsipnya tak ingin ada polemik atas pemindahan RKUD. Jadi ya solusinya pindahkan kembali RKUD-nya ke Bank Banten,” katanya.

Pendapatan turun

Terpisah, Direktur Jamkrida Banten Ahmad Rohendi tak menampik, pemindahan RKUD dari Bank Banten berdampak terhadap bisnis Jamkrida. Pendapatan pihaknya yang selama ini paling banyak dari Bank Banten menurun.

“Selama ini kan yang menjadi penerima jaminan kami itu kebanyakan dari Bank Banten. Ketika Bank Banten mulai mengurangi produksinya (kredit) tentu berkurang kepada kami. Jadi, pendapatan kami yang paling banyak di Bank Banten, karena Bank Banten mengurangi produksi kreditnya, maka pendapatan kami juga berkurang,” katanya.

Terkait kredit di Bank Banten yang beralih ke BJB, ujar dia, tak jadi soal selama kredit di Bank Banten sudah dilunasi oleh BJB. “Berarti tidak ada potensi klaim di Bank Banten,” ucapnya.

Hanya saja, tutur dia, pihaknya belum mendapatkan kepastian menjadi penjamin atas kredit yang kini di BJB tersebut.

“Karena, ketika mereka pindah dari Bank Banten ke BJB belum tahu siapa yang akan menjaminnya, apakah penjaminan Jamkrida Banten atau dengan penjaminan lain, ini sedang kami upayakan,” katanya.

Pihaknya telah berupaya melakukan penjajakan kepada BJB untuk dipercaya sebagai penjamin kredit. Penjajakan ini juga sudah menunjukkan sinyal yang positif.

“Perjanjian kerja samanya juga sudah kami buat, tinggal tunggu impelementasi. Sinyalnya sudah ada cuma memang kuat atau tidak harus diperjuangkan, sedang diusahakan,” ujarnya.

Ia berharap, Jamkrida Banten dipercaya menjadi penjamin kredit di BJB.

“Harapannya apabila memang RKUD berlanjut di BJB serta kreditnya, harapannya kami disertakan dalam penjaminan. Jangan sampai kami ditinggalkan atau tidak diberikan peluang,” ucapnya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here