Jaman-Sulhi Mundur, Pengamat: Pemkot Serang Akan Kehilangan Arah

SERANG, (KB).- Mundurnya Wali Kota Serang, Tubagus Haerul Jaman dan Wakil Wali Kota Serang, Sulhi Choir akan berdampak serius pada Pemerintahan Kota (Pemkot) Serang. Menurut Pengamat Politik dari Untirta, Leo Agustino, kegiatan-kegiatan yang sudah direncanakan sejak awal akan kehilangan arah. “Ini akan membuat pekerjaan yang sudah terencana menjadi terhambat. Beberapa kegiatan yang sudah direncanakan sejak awal tentunya akan kehilangan arah,” katanya kepada Kabar Banten, Rabu (18/7/2018).

Menurut dia, tidak ada yang melarang orang untuk menjalankan aktivitas politiknya. Begitu juga, Jaman-Sulhi yang memiliki hak untuk dipilih sebagai calon legislatif. Namun, ujar dia, Jaman-Sulhi merupakan kepala daerah yang dipilih oleh warga Kota Serang untuk jangka waktu tertentu. “Masalahnya sekarang beliau belum menggenapi masa waktu yang harusnya diselesaikan. Ini menjadi persoalan etis sebetulnya. Karena, kalau berbicara etis atau tidak etis, saya akan mengatakan itu tidak etis. Karena, dia mengundurkan diri pada saat masa jabatannya masih berlangsung,” tuturnya.

Selain itu, dia melihat alasan Jaman mundur, karena istrinya yang maju dalam Pilkada Kota Serang kalah dalam perolehan suara. “Kemudian, mereka juga hitung-hitungan untuk melanjutkan dinasti di kota tidak mungkin, karena ada pasangan yang jauh lebih baru. Maka, mereka menilai, yang paling prospektif, adalah mencalonkan diri sebagai legislatif. Meskipun tidak tahu apakah dipilih oleh mayoritas pemilih di dapil yang diceburi atau tidak,” ucapnya.

Menurut dia, pengunduran diri keduanya merupakan perilaku politik yang tidak etis, karena dilakukan saat masih dibutuhkan masyarakat sebagai pemimpin di Kota Serang. Pusat kendali pemerintahan ada di tangan kepala daerah, sehingga berjalannya roda pemerintahan amat bergantung pada arahan pimpinan.

“Pimpinan ini ada dua, yaitu level kepala daerah maupun wakil kepala daerah. Tapi, sayangnya keduanya adu mengundurkan diri, walaupun ada sekda, tapi jabatannya sangat struktural. Sehingga, beliau artinya meninggalkan medan laga disaat warga ingin bersama-sama berjuang membangun Kota Serang. Meskipun di sisa waktu yang tidak lama (akhir masa jabatan Desember 2018), tetapi ada hal yang harus kepala daerah lakukan dengan sisa waktu itu,” katanya.

Sementara itu, belum diperoleh keterangan dari pihak Pemkot Serang terkait pengunduran diri Jaman-Sulhi. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Serang, Djoko Sutrisno dan Sekda, Urip Henus belum dapat memberikan komentar, karena sedang rapat. “Saya sedang rapat, nanti saja,” ujar Djoko saat dihubungi Rabu (18/7/2018) malam. (TM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here