Selasa, 20 November 2018

JALAN TOL

Biar cepat asal selamat itulah filosofi yang barangkali menjadi harapan pemudik lebaran khas Indonesia yang mengilhami para pemodal untuk berlomba membuka bisnis jalan tol.

Harapan itu berdampak positif di satu sisi namun negatif di sisi lain. Berdampak positif karena bisa memprediksi waktu dan jarak tempuh nyaman terhindar kekumuhan dan dapat aneka menu layanan untuk para pemudik dari bis gratis, pijit gratis, service kendaraan gratis yang itu semua tidak didapatkan di luar jalan tol.

Berdampak negatif karena tol membawa harapan cemas akibat kemacetan di pintu pembayaran tol volume kendaraan yang berjubel, penyempitan jalan dan kurang disiplinnya pengguna jalan akibatnya tol tidak lagi menjamin bebas hambatan. Ke depan selain tetap perlu dipertahankan keberadaan tol, namun sarana prasarana pun perlu menjadi perhatian bersama terutama penyelenggara tol perlu menambah sarana ibadah yang memadai di rest area termasuk wc dan area bermain anak-anak pelepas lelah dan kantuk.

Demi kelancaran akan lebih baik di hari mudik tol malah digratiskan setidaknya tidak perlu berhenti di gardu tol karena toh sudah bayar dengan kartu tol tinggal dipertegas arah kemana tujuan, bayar sekian saat beli e tol. Rest area tidak mesti dikuasai pemodal besar  tapi di beri kesempatan untuk wilayah yang terlewati.

Tol diberi peluang bangun masjid yang layak, wc yang layak dan tempat istirahat yang layak atau untuk masukan dana ormas-ormas diberi peluang buka rest area sehingga tidak selaku berharap hibah pemerintah yang terkadang malah buat heboh. Berikan mereka kesempatan berdikari berdiri di atas kaki sendiri.

Demi kenyamanan kendaraan mestinya penyelenggara tol ga usah ragu apalagi pelit dengan aspalnya. Sebagai tol jagorawi begitu tebal aspal yang digunakan, sementara diluar jagorawi terkesan tipis jalanpun bergelombang bahkan banyak tambalan yang akhirnya membuat tidak nyaman.

Untuk pemudik demi kenyamanan bersama juga sebaiknya tidak membuang sampah sembarangan disepanjang tol sebagaimana di malaysia ditanami kelapa sawit biar produktif atau jagung atau macam-macam buah-buahan yang bila berbuah rakyat halal memakannya termasuk pengguna tol insya allah barokah.

Lebih mantap lagi bila biaya tol naik pengguna tol bensinnya digratiskan biar rakyat tersenyum lebar dan insya allah berkah wallahu a lam. (Wawan Wahyuddin)*


Sekilas Info

Panen Garam di Empang Bandeng

Sejak saya kecil, Kampung/Desa Domas, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang terkenal sebagai penghasil ikan Bandeng. Rasa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *