Jumat, 14 Desember 2018

Jalan Rusak Ditanami Pohon Pisang

PANDEGLANG, (KB).- Jalan rusak di Kampung Ciekek Hilir, Kelurahan Karaton, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang ditanami pohon pisang oleh warga setempat, Senin (8/10/2018). Jalan kelas kabupaten sebagai akses transportasi warga sudah hampir 10 tahun tidak pernah ada perbaikan.

Warga sekitar mengakui aksi penanaman pohon pisang sebagai bentuk keprihatinan, karena sejak dua kali berganti bupati dari Bupati Erwan ke Bupati Irna sampai sekarang tak kunjung diperbaiki.

Menurut Heri, warga Ciekek, aksi penanaman pohon pisang tersebut berlangsung saat warga gotong royong membersihkan bahu jalan. Selain itu, penanaman pohon pisang sebagai bentuk protes terhadap pemerintah daerah.

“Kami ingin jalan ini dibangun, karena sudah hampir 10 tahun jalan rusak tidak pernah mendapat sentuhan pembangunan. Apalagi bupati sudah diganti lagi, dari zaman Bupati Erwan sampai bupati sekarang, jalan ini masih tetap rusak,” kata Heri kepada Kabar Banten, Senin (8/10/2018).

Sementara itu, Pjs Kelurahan Karaton Kecamatan Majasari, Mahmud, membenarkan kondisi Jalan Ciekek rusak. Ia sudah bosan mengusulkan perbaikan jalan itu ke kecamatan dan kabupaten. Namun, usulan tersebut sampai saat ini belum juga terealisasi.

“Sebenarnya kami sudah bosan mengusulkan, masyarakat datang lagi ke kami, ingin segera dilakukan perbaikan. Memang, kerusakan jalan terjadi pada masa bupatinya Erwan. Dulu memang pernah ada perbaikan, namun hanya ditambal dan cepat rusak. Setiap Musrembang selalu disampaikan, masyarakat juga suka ngamuk-ngamuk mengeluhkan jalan rusak,” ujarnya.

Ia mengaku jalan itu pernah direncanakan dibangun dengan anggaran murni. Namun karena ada rasionalisasi, informasinya akan dibangun setelah perubahan. “Iya, sampai saat ini belum ada informasi jalan itu kapan dibangun,” ucapnya.

Sementara, Camat Majasari Neneng Nuraeni mengatakan, sejak menjabat Camat Majasari dua tahun lalu, sudah dua kali mengusulkan perbaikan jalan ke Pemkab Pandeglang melalui usulan Musrembang. Waktu itu usulannya menjadi prioritas, namun ironisnya usulan tersebut belum juga direspons. Neneng mengaku aneh pembangunan yang seering diusulkan belum juga terealisasi. Sebaliknya, jalan yang tidak diusulkan malah dibangun. Padahal usulan perbaikan Jalan Ciekek dijadikan skala prioritas.

“Tiba-tiba yang tidak diusulkan dibangun, tapi yang kita usulkan tidak dibangun. Saya prioritaskan usulan Jalan Ciekek di Musrembang. Kalau kecamatan memiliki anggaran Rp 1 miliar kita alihkan dulu untuk pembangunan jalan tersebut,” ujarnya. (IF)*


Sekilas Info

Tolak Kekerasan Perempuan dan Anak

PANDEGLANG, (KB).- Puluhan mahasiswa perempuan Cipayung (Kohati, Korpri, Sarinah dan Immawati) berunjuk rasa di depan Gedung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *