Selasa, 21 Agustus 2018

Jalan Rusak Belum Masuk Prioritas

SERANG, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Serang dinilai belum dapat memprioritaskan jalan rusak di daerah perkotaan maupun perdesaan. Akibatnya, persoalan jalan rusak sudah bertahun-tahun tidak terselesaikan. Relawan Kampung, Arif Kirdiat mengatakan, Pemkot Serang belum memiliki skala prioritas untuk menangani jalan rusak tersebut. Seharusnya, jalan yang banyak dilalui orang, termasuk jalan-jalan di pelosok daerah segera dibenahi.

”Tidak hanya itu, jalan utama seperti sekitar Pasar Rau atau terminal itu kan banyak dilalui orang atau tak kasat mata dapat dilihat oleh orang. Saat ini, terlihat sudah mulai rusak, termasuk sekitaran Puspemkot Serang,” katanya saat dihubungi Kabar Banten, Sabtu (25/11/2017).

Ia menjelaskan, terlalu banyak alasan yang dikemukan hingga masyarakat tidak mempercayai pemerintah. “Jadi, susah percaya sama pemerintah. Gimana mau memedulikan kebutuhan rakyat lainnya, kalau kebutuhan dasar saja belum dipenuhi,” ujarnya.

Menurut dia, keuangan pemkot tidak hanya bersumber dari APBD Kota Serang saja. Akan tetapi, dapat melakukan koordinasi dengan provinsi atau pusat. Maka, tidak ada alasan lagi, bahwa pemerintah kekurangan dana. “Kota Serang ini ibu kota provinsi yang dilalui oleh jalur nasional trans Sumatera dan trans Jawa. Kasus jalan rusak itu selalu berulang dan dikerjakannya pun asal-asalan. Setiap musim hujan hancur,” ucapnya.

Lebih lanjut, dia menuturkan, jalan rusak di Kota Serang hampir rata berada di wilayah perkotaan maupun perdesaan. Untuk perdesaan, seperti Walantaka, Curug, Kasemen, dan lainnya masih banyak terdapat jalan rusak yang belum diperbaiki bertahun-tahun. “Kalau bisa Dinas PU Kota Serang harus ada pemetaan jalan rusak. Kemudian, skala prioritasnya akan seperti apa,” tuturnya.

Ia mengatakan, masing-masing kecamatan harus memiliki skala prioritasnya dan juga untuk memperbaikinya.  “Bukan hanya wali kota, tetapi camat, lurah, dan pihak terkait harus memiliki tanggung jawabnya masing-masing. Mudah-mudahan pemerintah agak lebih serius untuk pembangunan jalan. Jika tahun ini dianggarkan dana untuk 20 kilometer, oke mau mulai dari mana, tapi yang benar-benar bagus. Jangan anggaran itu dijadikan tambal sulam. Tiap tahun pasti muncul lagi,” katanya.

Sementara, Asda I Kota Serang, Nanang Saefudin mengatakan, pemkot sudah menganggarkan dana alokasi untuk infrastruktur pada 2018. Anggaran untuk infrastruktur, ujar dia, cukup besar, yang secara teknis di bawah wewenang Dinas PU Kota Serang. “Infrastruktur itu menjadi skala prioritas di anggaran 2018, jadi kami sudah memberikan alokasi dana untuk itu,” ucap. (TM)***


Sekilas Info

LAZ Harfa Banten Gelar Sholat Ghaib dan Doa Bersama Untuk Korban Gempa Lombok

SERANG, (KB).- Lembaga Amil Zakat Harapan Dhuafa (LAZ Harfa) Banten menggelar sholat ghaib dan doa bersama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *