Jalan Rusak Akan Dibeton

PANDEGLANG, (KB).- Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Pemkab Pandeglang Syarif Hidayat, memastikan betonisasi jalan Kampung Lebak Jeruk, Desa Pasir Lancar, Kecamatan Sindangresmi pada tahun anggaran 2019.

Dengan demikian, lanjut Syarif, ke depan tidak lagi ada kasus orang sakit yang hendak berobat ke puskesmas digotong menggunakan tandu terbuat dari bambu dan sarung, karena akses jalan yang tidak memadai.

Menurut Syarif, sebelumnya jalan ini menjadi perbincangan di beberapa media sosial karena kondisinya rusak parah. Jalan tersebut sebetulnya sedang diperjuangkan oleh DPKPP masuk dalam kebijakan anggaran tahun 2019. Pemerintah juga telah mempersiapkan anggaran sebesar Rp 500 juta untuk betonisasi jalan tersebut.

Syarif mengatakan, jalan tersebut sudah masuk dalam anggaran tahun 2019 dan sudah diinput dalam rencana umum pengadaan.

“Untuk Desa Pasir Lancar kegiatannya ada di DPKPP sebesar Rp 500 juta dengan jenis pekerjaan betonisasi. Sekarang sudah diinput pada RUP,” kata Kepala DPKPP Pandeglang Syarif Hidayat kepada Kabar Banten, Rabu (6/3/2019).

Selain membangun jalan, lanjut Syarif, warga Desa Pasir Lancar akan mendapatkan bantuan sarana air bersih. “Desa Pasir Lancar akan mendapatkan anggaran kegiatan SAB (Sarana Air Bersih) sebesar Rp 150 juta,” ujarnya.

Terpisah, Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan, jika memang memungkinkan, anggaran jalan Desa Pasir Lancar bisa ditambahkan dalam anggaran perubahan. “Jika memungkinkan nanti kami tambah di perubahan APBD 2019,” ucap Bupati.

Sementara itu, Camat Sindangresmi Edih Rohaedy mengatakan, jalan Kampung Lebak Jeruk, Desa Parislancar merupakan kewenangan desa. “Karena daerah ini masuk desa tertinggal, jadi bisa melalui program keroyokan dari beberapa OPD, salah satunya DPKPP,” ujar Edih Rohaedy.

Seperti diberitakan, Tholib (70) warga Lebak Jeruk, Desa Pasir Lancar, Kecamatan Sindangresmi, Pandeglang terpaksa harus ditandu oleh anak dan saudaranya saat akan menuju Puskesmas Sindangresmi. Mereka menggunakan tandu yang dibuat dari sepotong bambu dan sarung itu, karena akses jalan di sana tidak dapat dilintasi kendaraan. (Ade Taufik/EM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here