Jalan Rangkasbitung-Bogor Ambles

LEBAK, (KB).- Akses jalan Rangkasbitung-Bogor tepatnya di Desa Sajira Mekar, Kecamatan Sajira ambles akibat hujan deras. Hal itu menyebabkan akses penghubung antara Lebak dan Bogor terhambat.

“Akses jalan yang ambles akibat longsor tersebar di tiga titik jalan nasional, yaitu di ruas Rangkasbitung-Bogor,” kata Agil, relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Selasa (19/5/2020).

Agil mengatakan, selain ambles disertai longsoran tanah, akses jalan di ruas Rangkasbitung-Bogor juga mengalami retak-retak. Khususnya pas di Kampung Gardu Batok, Desa Sajira Mekar.

“Kondisi jalan seperti itu karena banyak faktor. Selain dilintasi kendaraan melebihi tonase, kontur tanahnya juga labil karena memang berada di tepi jurang,” katanya.

Sementara, Kepala BPBD Lebak Kaprawi menuturkan, selain tiga titik jalan di ruas jalan nasional, jalan ambles dan longsor terjadi di ruas jalan Cipanas-Warungbanten. Selain jalan, sejumlah jembatan terputus.

“Bersyukur tidak ada korban jiwa hanya saja memang membuat aktivitas warga terganggu. Adapun untuk bantuan terus kita distribusikan untuk korban bencana,” ujarnya.

Kaprawi mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di bantaran sungai dan perbukitan agar selalu meningkatkan kewaspadaan mengingat tingkat curah hujan masih tinggi.

“Semoga tidak terjadi bencana susulan karena kasihan kepada masyarakat. Di tengah kondisi pandemi corona ini akan menambah beban masyarakat,” ucapnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.3 Penanganan Jalan Nasional Banten Sunarto menuturkan, jalan ambles dan longsor akan segera ditangani.

“Namun berupa penanganan sementara. Supaya kondisi jalan tidak menjadi lebih parah,” ucapnya.

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya melarang pemudik yang akan merayakan Idulfitri 1441 masuk ke wilayah Kabupaten Lebak guna mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

“Kita melarang pemudik dari zona merah penyebaran Covid-19 masuk ke wilayah Lebak,” tuturnya.

Pelarangan tersebut bersifat sementara untuk mencegah penyebaran Covid-19, sehingga para perantau agar tidak mudik ke kampung halaman di Kabupaten Lebak.

Selama masa pandemi Covid-19 itu, tentu larangan mudik agar para perantau tidak mudik dulu. Selain itu, mereka menyayangi anggota keluarga maupun tetangganya.

Sikap demikian juga sebagai pahlawan karena dapat melindungi masyarakat dari penyebaran Covid-19. Selain itu juga pegawai aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak juga dilarang mudik ke kampung halaman.

Sebab, sanksi pelarangan mudik ASN berdasarkan Surat Edaran Menteri PAN dan RB Nomor 36 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian ke luar Daerah dan/atau Kegiatan Mudik bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19.

“Kami berharap ASN dan keluarganya tidak melakukan kegiatan bepergian ke luar daerah atau mudik untuk merayakan Idulfitri 2020,” katanya.

Dion, seorang petugas pemeriksaan di Posko Citeras mengatakan, pihaknya memutar balikkan 11 kendaraan yang hendak masuk ke Kabupaten Lebak tanpa dilengkapi surat keterangan kesehatan dari daerah bersangkutan.

“Kami melakukan pemeriksaan mulai identitas KTP khususnya daerah zona merah, seperti Tangerang dan DKI Jakarta. Dan jika suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius maka kendaraan mereka diputarbalik ke daerah asalnya,” ucapnya. (ND)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here