Minggu, 23 September 2018

Jalan Layang Tol Serang-Panimbang Dimoratorium

SERANG, (KB).- Proyek Tol Serang-Panimbang masuk daftar proyek yang dimoratorium oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Namun, moratorium hanya mencakup pekerjaan jalan layang yang baru akan dilakukan sekitar Juli mendatang. “Kebetulan kita belum mulai pengerjaan-pengerjaan layang, tapi karena pekerjaan ini akan dimulai ya kita akhirnya ikut didaftar juga,” kata Dirut PT Wika Serang-Panimbang, Entus Asnawi Mukson kepada wartawan seusai kegiatan corporate social responsibility (CSR) di SMPN 2 Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Rabu (28/2/2018).

Ia mengatakan, PT WIKA akan mengerjakan 1 junction, 5 simpang susun (interchange), dan 40 overpass. “Jadi bisa dibayangkan banyak pekerjaan. (Moratorium) Itu cukup wajar terjadi karena secara keseluruhan Tol Serang-Panimbang memiliki pengerjaan konstruksi yang berat,” ujarnya. Meski masuk daftar moratorium, ia memastikan pengerjaan Tol Serang-Panimbang tetap berjalan normal. “Enggak (berpengaruh) karena moratorium hanya untuk pekerjaan atas, nah untuk pekerjaan bawahnya jalan seperti biasa,” ucapnya.

Menurutnya, moratorium tersebut juga sangat memungkinkan dicabut selama kontraktor memenuhi persyaratan yang ditentukan pemerintah pusat. Saat ini pihaknya juga sedang menyiapkan persyaratan, seperti penyusunan prosedur, supervisi, kesiapan alat, keahlian operator hingga mekanisme pengangkatan material. “Persyaratan sudah kita siapkan. Antisipasi sebelum kita melakukan itu (pengerjaan jalan layang), kira-kira 5-6 bulan lagi kita akan memenuhi persyaratan. Kita diskusikan, karena kita punya pekerjaan penting juga closing dari Tol Jakarta-Merak,” tuturnya.

Sementara, progres pembebasan ganti rugi lahan saat ini sudah mencakup 8 desa dari total 16 desa di wilayah Serang. Sementara di Kabupaten Lebak sudah 4 desa dan Pandeglang 1 desa. “Kita sudah buat pondasi batching plant. Mungkin, minggu depan batching plant sudah berdiri, paling tidak satu di titik nol, setelah itu nanti kita bertahap terus,” ucapnya.

Sebelumnya, Kemen PUPR, Kementerian perhubungan (Kemenhub), dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sepakat untuk memberhentikan sementara pembangunan proyek infrastruktur jalan layang. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, keputusan tersebut diambil karena pemerintah akan melakukan evaluasi pembangunan proyek. (RI)***


Sekilas Info

47 Desa di Kabupaten Serang Terdampak Kekeringan

SERANG, (KB).- Sebanyak 47 desa di 11 kecamatan di Kabupaten Serang kesulitan mendapatkan air bersih, karena …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *