Jalan Desa Cempaka tak Dihotmix

LEBAK, (KB).- Wilayah Kampung Jombang, Desa Cempaka, Kecamatan Warunggunung hingga kini belum tersentuh pembangunan jalan hotmix. Sebab, hampir sebagian besar kondisi jalan di wilayah itu masih dalam kondisi batu atau pengerasan.

Salah seorang tokoh masyarakat, Deden Khaerudin mengatakan, kondisi jalan poros desa di wilayahnya sangat memprihatinkan. Kondisi jalan hanya dilapisi batu-batu tajam dan belum pernah tersentuh aspal atau hotmix. Padahal, jalan tersebut merupakan akses vital penghubung antardesa.

“Kondisi jalan seperti ini sudah lama. Repotnya, jika hujan turun, jalan jadi licin dan membahayakan, apalagi batunya cukup tajam,” kata Deden Khaerudin, Ahad (21/7/2019).

Menurutnya, hingga saat ini belum ada tanda-tanda jalan akan ditingkatkan menjadi jalan hotmix. Meski warga sudah beberapa kali meminta ke pihak desa agar jalan segera dihotmix, namun belum juga direalisasikan.

“Memang sebagian jalan sudah ada yang hotmix. Tetapi, sekarang kondisinya sudah rusak,” ujarnya.

Hal hampir senada dikatakan warga lainnya, Syahroni. Ia mengaku, harapan agar jalan desa bisa segera diperbaiki sudah disampaikan ke pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Namun sayangnya, apa yang disampaikan warga tak pernah ada realisasi.

“Kami tidak menyalahkan anggota dewan, karena sebetulnya aspirasi kami setiap tahun telah dimasukkan dalam aspirasi dewan setiap reses,” tuturnya.

DPUPR Lebak sudah turun

Terpisah, Sekretaris desa (Sekdes) Cempaka, Rohim membenarkan, kondisi jalan poros desa di Kampung Jombang saat ini rusak berat dan belum pernah diaspal. Kondisi itu, selain sering menimbulkan rawan kecelakaan, juga berdampak tak berkembangnya roda perekonomian masyarakat.

“Sebetulnya kami telah mengajukan permohonan perbaikan jalan kepada pihak pemerintah daerah. Namun, hingga kini belum juga direalisasikan,” ujarnya.

Ia mengaku, pihak DPUPR Lebak sebetulnya sudah berulang kali melakukan pengukuran jalan tersebut dan berjanji akan dibangun. Namun, sampai saat ini kami tidak melihat tanda-tanda akan diaspal.

“Tentu kami berharap Pemkab secepatnya membangun, karena jika mengandalkan ADD agar bisa dibangun, desa tidak akan mampu merealisasikannya. Sebab, anggarannya cukup besar,” tuturnya. (Lugay/PG)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here