Jalan Ciburial-Padasuka Memprihatinkan

PANDEGLANG, (KB).- Jalan sepanjang 6 (enam) kilometer yang menghubungkan dua desa, tepatnya Kampung Pamatang Huni, Desa Ciburial dan Kampung Rahong, Desa Padasuka, Kecamatan Cimanggu kondisinya memprihatinkan. Jalan tersebut sudah puluhan tahun belum pernah mendapat sentuhan pembangunan dari Pemkab Pandeglang.

Kepala Desa Padasuka, Kecamatan Cimanggu, Nandi, membenarkan jika jalan yang menghubungkan dua desa tersebut belum pernah mendapatkan pembangunan. Akibatnya, jalan tersebut sulit untuk bisa dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat. “Memang jalannya di sini masih tanah, karena jalan itu dibuka oleh program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) atau TNI. Sejak jalan itu dibuka lewat progran TMMD, namun sampai saat ini belum pernah mendapatkan pembangunan kembali dari pemerintah daerah,” kata Nandi kepada Kabar Banten, Selasa (17/10/2017).

Selaku aparat desa, Nandi berharap pemerintah bisa memprioritaskan pembangunan jalan di wilayahnya. Sebab, jalan tersebut menghubungkan dua desa di Kecamatan Cimanggu. Jika jalan ini dibiarkan tidak dibangun akan menghambat aktivitas warga. “Jalan ini selain menghubungkan Desa Ciburial, Padasuka juga menghubungkan ke Desa Mangkualam. Jalan tersebut tidak bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat. Apalagi musim hujan sekarang, jalan ini berlumpur,” ujarnya.

Sejauh ini pihaknya selalu memasukkan usulan perbaikan jalan dalam agenda musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan, tetapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda akan dilakukan pembangunan. “Saya bingung, ketika ditanya oleh masyarakat soal jalan rusak dan berlumpur. Karena masyarakat sangat berharap jalan tersebut bisa mendapatkan perbaikan. Padahal kami dan warga selalu memasukkan usulan perbaikan jalan ke pemerintah daerah namun tidak pernah terealisasi,” tuturnya.

Sementara itu, aktivis Pandeglang Arif Wahyudi mengatakan, pihaknya meminta agar Pemkab melakukan pendataan semua jalan yang belum pernah mendapat sentuhan program pembangunan. Sehingga, setiap tahun progres pembangunan bisa lebih jelas dan terdata. “Kita berharap Pemkab memprioritaskan jalan yang belum dibangun, agar pembangunan bisa merata. Tetapi kalau kita lihat saat ini pembangunan seperti tumpang tindih, jalan di kota saat ini banyak dibangun tetapi jalan pelosok seperti diabaikan,” ucapnya.

Ketua Komisi III DPRD Pandeglang, Iing Andri Supriadi mengatakan, pihaknya akan menyampaikan aspirasi masyarakat selatan kepada instansi terkait. Pihaknya berharap agar jalan tersebut bisa dimasukkan pada APBD tahun depan. “Kita upayakan mudah-mudahan tahun depan bisa dimasukkan. Untuk itu, kita akan koordinasikan dengan dinas PU,” tuturnya.

Sementara itu, Sekda Pandeglang, Fery Hasanudin mengatakan, pemerintah sedang fokus melakukan percepatan pembangunan. Mudah-mudahan target pembangunan jalan tercapai hingga 600 kilometer dalam lima tahun ke depan. “Soal aspirasi warga tentang jalan yang masih tanah akan ditindaklanjuti. Kami akan memperhatikan aspirasi ini, dan mudah-mudahan aspirasi itu bisa nenjadi prioritas pembangunan,” katanya. (IF)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here