Minggu, 23 September 2018

Jalan Bojongcanar-Cening Rusak Lagi

PANDEGLANG, (KB).- Ruas jalan hotmix menghubungkan Kampung Bojongcanar, Desa Cidahu menuju Cening, Kecamatan Cikedal kondisinya sudah rusak. Padahal, jalan tersebut baru selesai dikerjakan dua bulan lalu. Dan anggaran pembangunan tersebut senilai Rp 2,1 miliar tahun anggaran 2017. Salah seorang warga Kampung Bojongcanar, Desa Dahu, Kecamatan Cikedal, Topan mengatakan, kondisi badan jalan tersebut banyak mengalami kerusakan. Selain aspalnya habis tergerus banjir, beberapa badan jalannya ada yang sudah berlubang.

“Kita harap jalan itu segera diperbaiki. Karena pemerintah menganggarkan biaya pemeliharaan jalan,” kata Topan warga Cikedal kepada Kabar Banten, Selasa (20/2/2018). Ia menduga kerusakan jalan tidak saja karena curah hujan tinggi. Tetapi, bisa saja kualitasnya rendah. Sementara warga mendambakan jalan itu dibangun agar kualitasnya tahan lama. “Kami kecewa dan tidak puas dengan hasil pembangunan. Kami harap pemerintah bisa memerintahkan pelaksananya untuk memperbaiki jalan tersebut,” ujarnya.

Camat Cikedal Mimif Mulyadi membenarkan ruas jalan menuju Kantor Kecamatan Cikedal baru dua bulan selesai dikerjakan. Ia berharap pihak ketiga bisa memperbaiki jalan tersebut. “Nanti, kami akan koordinasikan dengan pemerintah daerah,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pandeglang, Girgijantoro mengatakan, dengan adanya informasi Jalan Bojongcanar-Cening rusak.

Ia berjanji segera menindaklanjutinya. Karena menurut dia, pembangunan jalan tersebut masih dalam tahap pemeliharaan. Dan jika terjadi kerusakan masih tanggung jawab pelaksana. “Nanti, saya akan instruksikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk mengeceknya. Karena masih tahap pemeliharaan, kerusakan jalan menjadi tanggung jawab pelaksana. Saya harap segera diperbaiki,” tuturnya. (IF)***


Sekilas Info

Apoteker Tanggap Bencana Siap Bergerak

PANDEGLANG, (KB).- Melihat posisi geogragis wilayah Banten yang merupakan daerah rawan bencana, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *