Jalan Aat Rusli Kota Cilegon Ditangani Lintas OPD

Pekerja melaksanakan proyek pembangunan Taman Median Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon beberapa waktu yang lalu. Pemkot Cilegon memutuskan mengubah nama jalan tersebut menjadi Jalan Aat Rusli.*

CILEGON, (KB).- Kesemerawutan Jalan Aat Rusli (JAR), sebelumnya Jalan Lingkar Selatan (JLS) mulai ditanggapi serius oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon. Bahkan, dalam penanganannya, dilaksanakan secara lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

JAR yang terletak di perbatasan Kota Cilegon-Kabupaten Serang tersebut, memang penuh dengan masalah. Dimulai dari maraknya truk-truk yang parkir liar di sepanjang jalan.

Parahnya, truk parkir mayoritas bermuatan pasir basah, mereka parkir di JAR untuk mengeringkan muatan. Hal tersebut menyebabkan JAR kotor dengan lumpur pasir, bahkan seluruh badan jalan penuh lumpur di malam hari.

Persoalan lain, trotoar di sejumlah titik JAR menjadi tempat berdagang para pedagang kaki lima. Tidak jarang juga terlihat, bangunan-bangunan liar di sepanjang jalan tersebut.

Tidak kalah menarik, tempat hiburan malam di JAR semakin marak, hal tersebut membuat JAR terkesan menjadi surganya para hidung belang. Wanita-wanita malam juga sering terlihat keluyuran di jalan tersebut.

Hal krusial yang menjadi perhatian Pemkot Cilegon, mayoritas tempat hiburan malam di sepanjang JAR, masuk wilayah Kabupaten Serang. Hasilnya, para pemilik tempat hiburan malam terkesan tidak tersentuh, karena adanya persoalan kewilayahan yang menghalangi Pemkot Cilegon melakukan penertiban.

Menyikapi hal tersebut, Pemkot Cilegon membentuk Tim Koordinasi Pembenahan JAR. Hal tersebut melibatkan enam OPD, yakni Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perdagangan dan Perindustrian, serta Dinas Satpol PP Kota Cilegon.

“Ini akan ditangani OPD-OPD terkait, kurang lebih ada enam OPD yang dilibatkan di sini,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PUTR Kota Cilegon M Ridwan saat ditemui seusai mengikuti rapat koordinasi penganganan JAR, di Pemkot Cilegon, Senin (20/5/2019).

Menurut dia, masing-masing OPD melaksanakan kewajiban sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing, misalnya Dinas PUTR Kota Cilegon yang akan menangani kerusakan jalan serta Dinas Perkim Kota Cilegon yang akan menata taman jalan, baik median jalan maupun trotoar.

“Anggaran pembenahan pun dari masing-masing OPD. Kan pada dasarnya sudah dialokasikan,” ujarnya.

Senada dikatakan oleh Kepala Dishub Kota Cilegon Andi Affandi. Menurut dia, Bappeda Kota Cilegon sedang membuat peraturan wali kota (perwal) yang akan digunakan pihaknya dalam membenahi JAR.

“Salah satu tupoksi kami berkaitan dengan JAR, adalah persoalan parkir truk liar. Kami sedang dibuatkan sebuah aturan, yang akan menjadi landasan pemberian sanksi tegas,” ucapnya.

Selain itu, perwal tersebut, juga akan mengatur titik-titik parkir yang dapat digunakan oleh truk tersebut. Pihaknya juga akan memperbanyak rambu lalu lintas, agar truk tidak sembarangan parkir di pinggir jalan.

“Nanti rambu-rambu akan kami pasang. Jadi, kalau ada yang melanggar, kami gembok mobilnya. Si pemilik harus membayar denda nantinya,” tuturnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here