Jaga Tradisi ‘Qunutan’, Seorang Bocah Jajakan Ketupat

    Di bulan Ramadan yang penuh ampunan, mayoritas masyarakat Kota Serang masih melaksanakan tradisi “Qunutan” yang dilakukan saat pertengahan bulan atau hari ke-15 di bulan Ramadan.

    Diketahui, dalam tradisi ini, biasanya masyarakat membuat ketupat atau “kupatan”. Ketupat disajikan bersama opor ayam atau sayur kulit tangkil dan sambal kentang goreng.

    Dalam penyajiannya, masyarakat akan saling berbagi pada saat “ngeriung” di masjid atau mushola terdekat di sekitar kediaman masing-masing pada puasa hari ke-15 malam, sebagai tanda bersyukur telah melewati setengah perjalanan di bulan Ramadan.

    Waktu ngeriung adalah waktu yang paling ditunggu-tunggu oleh semua kalangan, baik anak-anak maupun orang tua, karena mereka bisa saling berbagi makanan dan berbagi keceriaan bersama.

    Untuk menjaga tradisi “qunutan” dan membantu ekonomi keluarga, Erwin, seorang bocah berusia 12 tahun menjajakan (berjualan) ketupat. “Atas dasar hati nurani, saya ingin membantu orang tua dalam persoalan ekonomi serta ingin menjaga tradisi “Qunutan”,” ujar Erwin.

    Ia mengatakan, bahwa ia ingin ikut serta memeriahkan bulan Ramadan saja, salah satunya dengan berjualan ketupat agar dibeli untuk acara “qunutan” maupun disimpan sampai lebaran, ujarnya. (Azzam)*

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here