Jadwal Keberangkatan Kloter Tambahan Ditetapkan, Jemaah Haji Asal Banten Siap Diberangkatkan

Dr. H. Machdum Bachtiar, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Banten.*

Kepastian jadwal keberangkatan satu kelompok terbang (kloter) tambahan jemaah calon haji (calhaj) asal Provinsi Banten sudah ditetapkan. Penetapan jadwal keberangkatan kloter tambahan tersebut mengubah jadwal waktu keberangkatan dan pemulangan dan nomor kloter.

Namun demikian, perubahan tersebut tidak mengubah keseluruhan jadwal yang ditetapkan sebelumnya. Untuk jadwal keberangkatan kloter pertama asal Banten yang semula mulai pada 8 Juli 2019 dimajukan menjadi 7 Juli 2019.

Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Provinsi Banten H. Machdum Bachtiar mengatakan, kloter yang diberangkatkan pertama berasal dari kloter 2 Kota Tangerang. “Kloter 2 masuk asrama 7 Juli pukul 17.00 dan berangkat 8 Juli pukul 16.50,” katanya, Ahad (30/6/2019).

Untuk kloter tambahan masuk dalam kloter 64 yakni berasal dari gabungan jemaah calon haji dari 8 kabupaten/kota se-Banten. “Kloter tambahan ini berangkat pada 4 Agustus pukul 08.00 dan berangkat atau takeoff dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 02.55. Ini pemberangkatan kloter terakhir pada gelombang II,” katanya.

Ia menuturkan, pemberangkatan untuk gelombang I yakni mulai 7-18 Juli 2019 terdiri atas 9 kloter dan gelombang II mulai diberangkatkan mulai 19 Juli hingga 4 Agustus dengan 17 kloter.

“Untuk gelombang I jemaah calhaj akan diterbangkan ke Bandara Internasional Ami Muhammad bin Abdul Azis Madinah dan gelombang II ke Bandara Internasional King Abdul Azis Jeddah,” ucapnya.

Machdum mengatakan, secara keseluruhan jumlah jemaah haji Banten berjumlah 9.990 calhaj terdiri calhaj asal Kabupaten Serang 1.069 orang, Kabupaten Pandeglang 1.048 orang, Kabupaten Lebak 709 orang, Kabupaten Tangerang 2.259 orang, Kota Tangerang 1.938 orang, Kota Cilegon 843 orang, Kota Serang 889 orang dan Kota Tangsel 1.029 orang.

Mereka akan didampingi 204 petugas terdiri atas Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) 26 orang, Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) 26 orang, Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) sebanyak 78 orang dan Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) sebanyak 76 orang.

Ia mengatakan, seluruh calhaj sudah mendapatkan alat kelengkapan haji dan juga sudah mengikuti bimbingan manasik haji baik di tingkat Kantor Urusan Agama (KUA) tiap kecamatan maupun tingkat kabupaten/kota. “Secara umum jemaah calhaj asal Provinsi Banten siap untuk diberangkatkan,” katanya.

Pada bagian lain, Machdum menyampaikan, penyelenggaraan haji 1440H/2019M bertepatan dengan musim panas. Suhu udara di Arab Saudi saat ini mencapai 42 derajat. Diperkirakan pada pelaksanaan haji bisa mencapai 50 derajat.

Menurut Machdum, informasi ini disampaikan Direktur Layanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis yang mengatakan bahwa kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi petugas layanan transportasi haji. Utamanya layanan bus shalawat (bus pengantar jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram, pergi – pulang). Sebab, mereka harus bertugas di titik-titik pemberhentian bus yang tidak dilengkapi tempat berteduh, demi memberikan layanan kepada jemaah.

Berbeda dengan halte di Jakarta, tempat pemberhentian layanan transportasi di Mekkah hanya berupa bendera Merah Putih. Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah menyiapkan 56 halte dan tiga terminal bus shalawat di Mekkah.

“Mental petugas layanan transportasi haji tahun ini harus lebih kuat. Cuaca yang sangat panas, serta jumlah jemaah yang bertambah, menjadi tantangan petugas untuk memberikan layanan terbaik. Apalagi, jumlah petugas sama dengan tahun lalu,” kata Sri Ilham.

“Layanan bus shalawat akan diberikan kepada semua jemaah. Tahun sebelumnya, hanya 91% jemaah,” tuturnya.

Sri Ilham menambahkan, layanan bus ini akan dilakukan selama 24 jam, sehingga jemaah tidak perlu khawatir akan tidak adanya bus. Hanya saja, untuk menghindari kepadatan, jemaah diimbau untuk berangkat ke Masjidil Haram lebih awal satu sampai dua jam sebelum waktu salat.

“Begitu juga saat akan kembali ke hotel, diharapkan tidak bersamaan, tapi menunggu satu atau dua jam usai salat jemaah,” ucapnya.

Selain shalawat, jemaah haji Indonesia selama di Arab Saudi juga mendapat layanan transportasi antar kota perhajian (Madinah – Mekkah – Jeddah atau Jeddah – Mekkah – Madinah) dan masyair (Arafah-Muszdalifah-Mina). Sebagaimana shalawat, layanan antarkota perhajian dilakukan oleh Pemerintah Indonesia. Sedang layanan transportasi Masyair dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi. “Sebagai panduan petugas dan jemaah, PPIH Arab Saudi telah menerbitkan Buku Saku Peta Layanan Transportasi Haji,” ujarnya. (adv)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here