Jadwal Buka-Tutup Irigasi Pamarayan Diubah, Petani Diimbau Tunda Tanam Padi

SERANG, (KB).- Pihak Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Serang mengungkapkan, sejumlah pihak yang terkait dalam buka-tutup saluran irigasi Bendungan Pamarayan Barat bersama perwakilan petani sudah bermufakat terkait perubahan jadwal pengaturan air atau buka-tutup pintu saluran irigasi barat Bendungan Pamarayan. Saluran irigasi akan dibuka pada Ahad hingga Kamis (4-18/8/2019).

Meski demikian, Distan Kabupaten Serang mengimbau, agar para petani menunda tanam padi selama pembukaan saluran. Hal tersebut, karena pembukaan saluran irigasi tersebut, sifatnya sementara, saluran dibuka hanya untuk menyelamatkan tanaman yang sudah ada.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana mengatakan, pihaknya mengimbau kepada para petani, agar jangan dulu menanam padi jika kemudian tiba-tiba ada air di salurannya. Hal tersebut, karena dibukanya saluran irigasi ini sifatnya hanya sementara.

“Imbauan saya begitu, ini dibuka hanya untuk menyelamatkan tanaman yang sudah ada,” katanya kepada Kabar Banten, Kamis (31/7/2019).

Menurut dia, tanaman yang sudah ada kini berusia antara 1-1,5 bulan, sehingga 80 persen dana, tenaga, dan waktu petani sudah habis terpakai. Jika kemudian mereka gagal panen, maka akan habis uang petani.

“Walau benih diganti, tapi kerugian waktu dan tenaga tidak bisa diukur. Jadi, kalau mau tanam nanti saja ketika November atau Desember pas musim hujan. Sekarang luasnya yang sudah tanam 8.700 hektare yang terdampak,” ujarnya.

Untuk imbauan tersebut, menurut dia, pihaknya juga telah menyampaikan ke kepala UPTD pertanian dan penyuluh kecamatan untuk menginformasikan ke para petani di Kecamatan Cikeusal, Kragilan, Ciruas, Pontang, Lebak Wangi, Tirtayasa, dan Kramatwatu.

“Kalau tidak terinformasikan petani berpotensi mengalami kerugian. Kemudian, kalau ada sumber air yang masih bisa dimanfaatkan segera koordinasikan ke dinas untuk dipinjamkan pompa,” ucapnya.

Sementara, terkait kesepakatan perubahan jadwal pengaturan air tersebut, dia mengungkapkan, pada Rabu (31/7/2019) telah ada pertemuan di Balai Besar Wilayah Sungai Ciujung, Cidanau, dan Cidurian (BBWSC3) yang membahas terkait perubahan jadwal buka-tutup saluran irigasi.

Dari pertemuan tersebut, sudah ada kesepakatan, yakni saluran irigasi Pamarayan Barat akan dibuka pada Ahad hingga Kamis (4-18/8/2019) atau selama 15 hari. Kemudian Rabu hingga Jumat (4-13/9/2019) akan kembali dibuka selama 10 hari.

Setelah itu, tutur dia, pihak PT Wika Lestari (selaku pihak yang memperbaiki saluran irigasi Pamarayan) akan melakukan penutupan full selama Oktober-Desember.

“Pada pertemuan itu hadir dari Kejari (Kejaksaan Negeri) Serang, BBWSC3, Distan Provinsi Banten, dan Kabupaten Serang, serta perwakilan petani dari tujuh kecamatan, yakni Pontang, Tirtayasa, Kragilan, Lebak Wangi, Ciruas, Cikeusal, dan Kramatwatu,” ujarnya.

Ia menuturkan, saat pertemuan itu, para petani dari tujuh kecamatan sudah setuju. Pada awalnya petani meminta, agar saluran itu dibuka pada Kamis (1/8/2019) selama 15 hari ke depan, kemudian ditutup 15 hari dan buka 15 hari lagi. Namun, kemudian pihak PT Wika Lestari keberatan dengan permintaan tersebut.

Sebab, mereka sudah telanjur menyewa dan membawa semua alat ke lokasi kerja mereka di saluran irigasi tersebut. Jika tiba-tiba dihentikan pekerjaannya, maka akan dirugikan. “Setelah itu tawar-menawar dan diputuskan Ahad (4/8/2019) selama 15 hari dan untuk September 10 hari, itu sudah tanda tangan semua,” ucapnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here