Minggu, 25 Februari 2018
Jadi Viral, Polisi Tangkap Penerobos Operasi Zebra Di Kota Tangerang berinisal UH (39). Nampak jajaran Polrestra Tangerang Kota saat memberikan keterangan kepada awak media, Jumat (3/11/2017).

Jadi Viral, Polisi Tangkap Penerobos Operasi Zebra Di Kota Tangerang 

TANGERANG, (KB).- Identitas pengemudi Xenia yang menerobos barikade polisi saat operasi zebra di Jalan Benteng Betawi, Kota Tangerang pada Rabu (1/11/2017) lalu akhirnya terungkap. Jajaran Polrestro Tangerang Kota sudah berhasil mengamankan pelaku pada Kamis (2/11/2017) malam.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kapolrestro Tangerang Kota, Kombes Pol Harry Kurniawan. Pelaku diketahui merupakan seorang pria berinisial UH (39). Aksinya itu bahkan menjadi viral di jagat media sosial. Hingga akhirnya pihak kepolisian melacak keberadaan pengemudi Xenia bernomor polisi B 1021 BZW itu.
“Setelah mengetahui identitas, kami tangkap pelaku di rumahnya daerah Cipondoh, pada Kamis malam sekitar pukul 22..00 WIB,” ujar Harry saat ditemui di Mapolrestro Tangerang, Jumat (3/11/2017) siang. Saat diinterogasi petugas, pelaku mengaku nekat melarikan diri lantaran pajak dan STNK mobil yang disewanya itu telah tidak berlaku. “Pelaku juga tidak punya SIM,” ucapnya.
Harry menambahkan saat proses penangkapan, lelaki berusia 39 tahun ini dalam keadaaan sehat. Barang bukti dua mobil yang sempat ditukar, juga diamankan kepolisian. “Setelah kami amankan langsung dibawa ke rumah sakit untuk tes urin. Dan hasilnya negatif,” kata Harry.
Lima Pasal 
Pria penerobos operasi zebra, UH  diancam hukuman maksimal 4 bulan 2 minggu penjara. UH dijerat dengan sejumlah pasal, antara lain karena melanggar KUHP pasal 216, yaitu tidak menuruti perintah petugas Polri. Karena mengemudi tanpa memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), tersangka juga dijerat Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang UU LAJ pasal 281. Ancaman hukuman pelanggaran undang-undang ini adalah 4 bulan kurungan dan denda maksimal Rp 1 juta.

Pasal lain yang dikenakan terhadap UH adalah pasal 280 tidak dilengkapi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang ditetapkan Polri. Ancaman hukuman memakai plat nomor palsu ini maksimal 2 bulan kurungan dan denda maksimal Rp 500 ribu. Selain pasal di atas, tersangka UH juga dikenakan pasal 288 karena mengemudikan kendaraan yang tidak dilengkapi STNK.

Ancaman hukumannya kurungan maksimal 2 bulan dan denda maksimal Rp 500 ribu. Polisi juga menggunakan pasal 282 UU Lalu Lintas karena tersangka tidak mematuhi perintah petugas Polri. Hukuman maksimal pelanggaran pasal ini adalah kurungan satu bulan dan denda maksimal Rp 750.000.

Kepolisian Resor Metropolitan Tangerang menahan UH karena menerobos razia Operasi Zebra pada 1 November lalu pukul 10.00 di jalan Benteng Betawi Kota Tangerang. Pada saat pelanggaran lalu lintas itu, UH mengemudikan Daihatsu Xenia Nomor kendaraan B 1021 BZW warna putih. Harry menegaskan penindakan UH berawal dari razia kendaraan bermotor dalam rangka operasi Zebra Jaya 2017, operasi gabungan itu dilakukan Satuan Lalu-Lintas Polrestro Tangerang bersama personel Dinas Perhubungan dan TNI. Operasi itu dipimpin Kepala Unit Turjawali Ajun Komisaris M. Nur Nasution.

“Petugas menghentikan kendaraan dan meminta membuka kaca, namun pengendara tidak mau menunjukan surat-surat. Malah menambah laju kendaraannya. Petugas kemudian minggir menghindari ditabrak,”kata Harry. Menurut Harry, pada saat kejadian petugas sudah berusaha mengejar kendaraan namun tidak berhasil. Kemudian melalui pelacakan Satlantas, identitas UH diketahui dan dijemput di rumahnya di Komplek Garuda jalan Keroncong pada Kamis, 2 November 2017 pukul 18.00 WIB.

“Pada saat petugas datang, UH sedang mengendarai mobil Avanza hitam B 1041 NYA Sementara kendaraan yang dipakai Xenia sudah dikembalikan kepada pemiliknya Sugeno,” kata Harry. Rupanya UH telah mengembalikan kendaraan yang disewa dari Sugeno dengan harga sewa Rp 5,2 juta selama sebulan. Karena tidak memiliki surat-surat lengkap, UH kemudian melarikan diri menerobos petugas saat dihentikan dalam operasi zebra.

Panik

Sementara itu UH, kepada wartawan mengaku merental mobil Daihatsu Xenia bernopol B 1021 BZW kepada pemilik atas nama Sugeno untuk bekerja. “Saya panik makanya tabrak polisi, karena memang kondisi plat nomornya sama STNK-nya itu mati pajaknya, terus juga masalah SIM saya juga enggak ada,” ujarnya saat ditemui di Mapolrestro Tangerang. Dirinya mengungkapkan pada saat menerobos merasa panik dan gugup lantaran tidak pernah mengalami hal seperti itu. Dan juga merasa tidak enak sama Sugeno pemilik mobil tersebut.
“Saya nyewa untuk kerja, saya kerja di marketing properti, Saya jujur di dalam hati sangat menyesal sekali di dalam kejadian kemarin dan saya tidak akan mengulangi lagi hal seperti itu,” ucapnya. Ia juga berpesan kepada seluruh pengendara sepeda motor mau pun mobil untuk segera mematuhi lalu lintas. Terlebih untuk perlengkapan kendaraannya. “Saya juga berpesan kepada temen-temen lebih baik patuhi peraturan lalu lintas dan perlengkapan kendaraannya harus disiapkan juga,” kata pelaku. (DA)***

Sekilas Info

Maling Alquran Tertangkap

Seorang pria paruh baya diamankan petugas Polsek Tangerang Kota setelah kedapatan mencuri tas berisi Alquran …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *