Rabu, 16 Januari 2019

Jadi Tersangka Penyebar Hoax Kotak Suara, Guru SMP YPWKS Diamankan Polda Metro Jaya

CILEGON, (KB).- MIK (38), warga Cluster Cendana Perumahan Metro Cilegon, Kelurahan Panggungrawi, Kecamatan Jombang, diamankan Polda Metro Jaya. Guru geografi SMP Yayasan Pendidikan Warga Krakatau Steel (YPWKS) ini telah berstatus tersangka, setelah terbukti sebagai penyebar berita hoax tujuh kontainer kotak suara tercoblos, melalui media sosial twitter.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, MIK diamankan petugas Polda Metro Jaya, Ahad (6/1/2019) malam. Pantauan wartawan pada Jumat (11/1/2019), suasana rumah kediaman MIK terbilang sepi.

Faisal Amin, tetangga MIK mengatakan jika MIK sebagai warga Cluster Cendana, dikenal sebagai sosok yang ramah. MIK juga jarang membicarakan hal-hal berbau politik. “Dia adalah Sekretaris DKM di cluster kami. Kesehariannya baik, tidak pernah ngobrolin hal-hal berbau politik. Menurut saya sih, MIK hanyalah korban karena telah men-share itu,” kata Faisal saat dihubungi melalui telepon genggam, Jumat (11/1/2019).

Menurut Faisal, penangkapan MIK awalnya tidak diketahui warga sekitar. Hal tersebut diketahui masyarakat dua hari setelah penangkapan. “Padahal saat diamankan, petugas polisi izin ke RT setempat. Tapi kami tahu ada penangkapan dua hari kemudian,” ujarnya.

Pria yang juga menjabat Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Cilegon ini mengatakan, insiden tersebut merupakan sebuah pukulan. Ia telah mengingatkan warga cluster lain untuk berhati-hati dalam men-share berita di media sosial.

“Sebetulnya saat MIK men-share, sudah saya ingatkan. Lalu kejadian lah seperti ini. Makanya saya ingatkan kepada yang lain, agar tidak mudah menshare berita di medos,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Kepala SMP YPWKS Zuladri mengatakan, pihaknya telah memberikan dukungan moril kepada keluarga MIK. Menurutnya, tindakan MIK saat menshare berita tersebut, sebetulnya sempat menjadi bahan perbincangan para guru.

“Saat Pak MIK menshare berita itu, kami sudah tahu. Bahkan sempat kami bahas, yang seperti itu boleh atau tidak dishare. Saya juga ikut mendampingi keluarga Pak MIK ke Polda Metro Jaya. Ini bentuk dukungan moril kami kepada pihak keluarga,” ucapnya saat ditemui di SMP YPWKS.

Menurut Zuladri yang juga menjabat Ketua PGRI Cabang YPWKS, telah memohon penangguhan penahanan untuk MIK. Ia mengatakan, pihaknya telah mengajukan diri sebagai jaminan penangguhan penahanan MIK.

“Saya sedang memohon penangguhan penahanan untuk Pak MIK, permohonan itu saya sampaikan Kamis (10/1/2019) kemarin. Saya katakan siap menjadi jaminan untuk penangguhan Pak IMK. Saya jamin Pak MIK akan bekerja sama jika dipanggil untuk pemeriksaan. Tapi permohonan ini belum ada jawabannya,” katanya. (AH)*


Sekilas Info

Berada Di Dekat “Ring Of Fire”, Kota Cilegon Harus Bersiap

CILEGON, (KB).- Masyarakat Kota Cilegon diminta untuk siap menghadapi potensi bencana gempa bumi dan tsunami. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *