Iuran BPJS Kesehatan, Tunggakan Peserta Mandiri di Kabupaten Serang Capai Rp 3,2 Miliar

SERANG, (KB).- Tunggakan iuran peserta mandiri Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Kabupaten Serang hingga Juni 2019 mencapai sekitar Rp 3,2 miliar. Tunggakan tersebut dari ribuan peserta kelas I, II dan III.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang Wahyu Suwardi mengatakan, total tunggakan tersebut didapatkan dari ribuan peserta mandiri dari kelas I sampai kelas III yang ada di Kabupaten Serang.

Sesuai dengan jumlah iuran yang ada saat ini, jika dijumlahkan total tunggakannya sekitar Rp 3,2 miliar. Peserta tersebar di semua kecamatan di Kabupaten Serang.

“Iya masih ada ribuan peserta mandiri yang masih nunggak. Jika dijumlahkan sekitar Rp 3,2 M,” katanya kepada Kabar Banten, Sabtu (7/9/2019).

Adapun jumlah peserta dari kelas I, yaitu sebanyak 9.999 peserta, kelas II, lanjut dia, sebanyak 21.746 peserta, dan kelas III 79.650 peserta. Untuk iuran kelas I sebesar Rp 80.000, kelas III sebesar Rp 51.000, dan kelas III sebesar Rp 25.500. Data tersebut didapatkan hingga Juni 2019. Namun, waktu awal tunggakannya berbeda-beda.

“Jika dijumlahkan total tunggakan kelas I sebesar Rp 79 juta, kelas II Rp 1,1 miliar, dan kelas III sebesar Rp 2,03 miliar,” tuturnya.

Ia menjelaskan, Dinkes Kabupaten Serang dalam hal tersebut, hanya sebatas pemberian layanan kepada para peserta. Sebab, Dinkes merupakan pelaksana pelayanan yang memiliki Puskesmas dan rumah sakit (RS).

Sementara, BPJS Kesehatan sebagai penyelenggaranya dan berperan aktif dalam menyelesaikan masalah tunggakan tersebut.

“Kami kan punya Puskesmas dan RS, sehingga diberikan tanggung jawab untuk memberikan pelayanan, tapi satu sisi kami juga ikut membantu dan memantaunya,” ujarnya.

Ia menuturkan, biasanya di akhir bulannya, pihaknya bersama BPJS Kesehatan memberikan hasil capaian dan evaluasi yang didapatkan, sehingga hal tersebut tentunya akan terlihat apakah ada pengurangan atau justru peningkatan.

“BPJS juga kan ada bidang-bidangnya dalam menangani tunggakan-tunggakan peserta. Kalau PBI kan dibayarkan pemerintah, beda dengan mandiri yang membayar secara pribadi,” ucapnya. (TM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here