Itik Damiaking Maskot Pilkada Kota Serang 2018

Ketua KPU Kota Serang, Heri Wahidin bersama jajaran saat Launching Maskot Kang Damlih dan Jingle Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang 2018 di salah satu rumah makan di Kota Serang, Senin (18/9/2017). Maskot dan jingle tersebut adalah hasil dari sayembara yang dilakukan oleh KPU Kota Serang sebagai bagian dari tahapan Pilkada Kota Serang 2018 mendatang.*

SERANG, (KB).- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang meluncurkan maskot dan jingle untuk sosialisasi Pilkada Kota Serang 2018. Dalam peluncuran yang digelar di salah satu rumah makan di Cipocok Jaya, Kota Serang, Senin (18/9/2017) KPU Kota Serang memperkenalkan Itik Damiaking sebagai maskot. Dipilihnya Itik Damiaking karena merupakan fauna khas Kota Serang dan memiliki nilai filosofis. Hadir dalam launching tersebut seluruh komisioner KPU Kota Serang, Komisioner KPU Provinsi Banten Enan Nadia, dewan juri, para pemenang lomba dan tamu undangan lainnya. “Damiaking itu semacam fauna khas di Kota Serang. Maskot ini akan menjadi alat sosialisasi kita baik di media cetak, televisi, radio, atau online,” ujar Komisioner KPU Kota Serang Ali Faisal kepada wartawan.

Dia mengatakan, Itik Damiaking merupakan hasil karya dari Naufan Noordiyanto asal Dusun Gilin, Jawa Timur. Pemenang ditetapkan oleh dewan juri setelah melakukan penilaian karya maskot dan jingle pada 5 hingga 9 September 2017. Untuk maskot diberi nama Kang Damlih yang artinya Damiaking memilih. Sedangkan untuk jingle dipilih karya milik Endang Sunarsih warga Wonogiri, Jawa Tengah dengan judul ayo memilih untuk masa depan Kota Serang. “Dengan adanya maskot kami mengharapkan akan menggugah selera pemilih terutama pemula untuk berpartisipasi aktif pada pemilu nanti. Begitu juga dengan jingle ada unsur pop ada etniknya. Mudah-mudahan ini menjadi medium informasi dua arah antara KPU sebagai penyelenggara dan masyarakat untuk menentukan pilihannya,” katanya.

Dalam sayembara lomba maskot dan jingle, KPU Kota Serang dikatakan Ali menyebarkan informasi perlombaan tersebut secara nasional. Dari sosialisasi itu banyak peserta yang berpartisipasi dari luar Provinsi Banten. “Pemenang maskot dari Jawa semua. Satu sisi kita bangga bahwa sayembara ini luas. Ada dari Jawa, Kalimantan, Kota Serang (peserta lomba),” tuturnya. Ketua dewan juri maskot, Mufti Ali mengatakan, dalam lomba maskot diikuti beberapa peserta yang mengirim 16 karya. Dari karya yang dikirim peserta menonjolkan karakter dari Kota Serang mulai dari meriam, jawara, Ikan Bandeng, Ikan Wader dan Itik Damiaking. Dari belasan karya tersebut kemudian dewan juri mengerucut kepada Itik Damiaking. “Kami mencari ikon yang representasinya damai, tibalah kami pada fauna. Dewan juri mengerucut pada itik yang langsing karena waktu itu ada dua satu agak gemuk,” katanya.

Minta revisi

Dalam pemilihan Kang Damlih sebagai pemenang, dewan juri sempat meminta revisi kepada pemenang lomba karena memakai busana adat Jawa dan warna yang digunakan. Kepada pemenang lomba, Kang Damlih diminta untuk mengenakan busana pangsi khas Kota Serang dengan warna jingga yang identik dengan warna KPU.  “Terus jangan pakai terompa atau selop khas Jawa, biarkan dia nyeker dan hasilnya oke. Ini sebenarnya hasil adaptasi pemenang tapi bersyarat,” tuturnya.

Dipilihnya Itik Damiaking sebagai maskot, ujar Ali, karena memiliki nilai filosofis yakni fauna tersebut merupakan hewan ternak yang merupakan sumber hewani masyarakat Banten. Selain itu juga secara budaya, momolo masjid di Kota Serang juga menggunakan identitas itik.  “Sampai dengan keagamaan juga memakai itik (momolo masjid),” ucapnya. Dalam menentukan pemenang lomba, Ali tidak menampik dewan juri sempat beradu argumen sebelum memilih Itik Damiaking. Sebab, ada beberapa karya lain yang layak diperhitungkan. Namun setelah bermusyawarah dewan juri menyepakati Itik Damiaking. (H-47)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here