Rabu, 23 Mei 2018
Ketua DPD Demokrat Banten terpilih, Iti Octavia Jayabaya dan Irna Narulita tampak berfoto mesra seusai pemilihan Ketua DPD Demokrat Banten, Kamis (9/11/2017).*

Iti Octavia Jayabaya Pimpin Demokrat Banten, Irna Ditawari Jabatan Kepengurusan

PANDEGLANG, (KB).- Hj. Iti Octavia Jayabaya resmi memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Banten untuk 5 tahun ke depan. Jabatan Ketua DPD Demokrat Banten tersebut diraih oleh putri mantan Bupati Lebak, Mulyadi Jayabaya setelah meraih suara dengan selisih dua dari kandidat lainnya, Hj. Irna Narulita (Bupati Pandeglang).

Agenda Musda Demokrat III yang diikuti dua srikandi ini digelar di salah satu rumah makan di Pandeglang. Menurut informasi, dalam Musda tersebut, hasil pleno perolehan suara, Iti mendapatkan 6 (enam suara), sedangkan Hj. Irna meraih 4 (empat suara). Jumlah hak pilih musda 10 suara, di antaranya delapan dari kabupaten/kota, satu dari DPD dan satu dari DPP.

Ketua DPD Partai Demokrat Banten terpilih, Iti Octavia Jayabaya mengatakan, partainya kini mempunyai tugas berat , karena menghadapi suksesi Pilkada serentak 2018 yang akan digelar di empat kabupaten/kota di Banten. Meski begitu, pihaknya merasa yakin bahwa dukungan pemilih ke partai berlambang mercy itu akan lebih baik.

“Dalam Pilkada serentak menjadi tugas kita untuk menyukseskan Pilkada di empat kabupaten/kota. Ini memang tugas berat. Tetapi saat Pilgub kemarin menjadi bukti kebangkitan Demokrat dengan terpilihkan Pak WH (Wahidin Halim) sebagai Gubernur Banten,” katanya.

Selain itu, Iti menginginkan Hj. Irna Narulita bisa berdampingan untuk menjabat Sekretaris DPD Demokrat Banten. Meski demikian, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada yang bersangkutan. Karena pasca pemilihan ini, pihaknya baru akan menyusun struktur pengurus.

“Bergantung nanti beliau mintanya dimana (Irna Narulita). Tadi Pak Pramono menawarkan di Sekretaris, ayo. Tinggal nanti posisi Wakil Ketua diangkat, untuk menunjang kesekretariatan, karena Irna pantas ditempatkan di semua jabatan DPD Demokrat,” ucapnya.

Sementara itu, Hj. Irna Narulita mengaku tidak ambisius untuk menduduki jabatan tertentu di DPD. Apalagi Irna mengatakan sempat menolak untuk mengikuti kompetisi pemilihan Ketua DPD Demokrat Banten. Namun ia akan memikirkan tawaran tersebut.  “Kalau untuk jabatan urusan belakangan. Yang penting siap bekerja dulu. Urusan jabatan itu, urusan duniawi nanti kita rumuskan bareng-bareng,” tuturnya.

Mantan anggota DPR RI yang kini menjabat Bupati Pandeglang, akan fokus membantu raihan suara Demokrat dalam Pilkada 2018 dan Pilpres 2019. “Insya Allah saya akan dukung kepengurusan dan partai. Nanti akan kami undang, kami ajak semua elemen masyarakat untuk masuk ke rumah besar ini supaya partai ini bisa lebih besar,” kata Irna.

Sementara itu Ketua Badan Pembinaan Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi (BPOKK) DPP Partai Demokrat, Pramono Edhie Wibowo mengatakan, agar hasil Musda III tersebut tidak membuat perpecahan antar kader Demokrat.

Justru dengan momentum ini, para kader ditekankan untuk senantiasa menjaga kehormatan dan kekompakan.  “Ini adalah Musda ketiga di Banten. Saya minta jaga kehormatan dan kekompakan. Karena Musda untuk memilih pemimpin, bukan justru untuk adu domba,” ucapnya.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) juga menekankan agar momentum Musda ini, dapat menjadi ajang untuk menunjukkan bahwa Partai Demokrat menjalankan demokrasi. “Yang menang, jangan memimpin sesuka hati. Sedangkan yang kalah, jangan bersedih,” katanya. (IF)***


Sekilas Info

Festival Kuliner Ramadan, Warga Padati Alun-alun Pandeglang

PANDEGLANG, (KB).- Hari keempat puasa, warga Pandeglang mulai memadati lokasi festival kuliner Ramadan yang digelar di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *