Iti Octavia Jayabaya Gerakkan Potensi Ekonomi Lokal

LEBAK, (KB).- Bupati Lebak Hj. Iti Octavia Jayabaya mengatakan, dengan ditetapkannya Maja masuk 10 kota baru dalam rencana pembangunan nasional, maka pemerintah daerah akan menggerakkan ekonomi berbasis potensi lokal.

Iti menilai, pengembangan potensi lokal tersebut dapat mendorong ke arah pencapaian visi pembangunan pariwisata tahun 2019-2024. Hal tersebut disampaikan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya saat dialog publik di Plasa Lebak, Rangkasbitung, Kamis (24/1/2019).

”Maja sebagai kota baru ditargetkan akan berpenduduk kurang lebih 1,2 juta jiwa dengan potensi penduduk yang cukup banyak. Tentunya kebutuhan akan sarana pariwisata dan hiburan menjadi suatu keniscayaan,” kata Iti Octavia Jayabaya.

Iti mengatakan, dari aspek aksesibilitas untuk menuju Lebak pun kini semakin terbuka. Hal itu ditandai dengan pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang sepanjang 84 kilometer sebagian besar melalui Wilayah Kabupaten Lebak kurang lebih 37,9 kilometer.

”Kami telah mengusulkan kepada pemerintah pusat agar membuat tiga interchange yaitu di Cibadak, Cikulur dan Cileles agar keberadaan tol memberikan dampak secara ekonomi,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Iti, dengan dioperasikannya sarana transportasi massal kereta commuter line Jakarta-Rangkasbitung dan rencana PT KAI akan mereaktivasikan jalur kereta menuju wilayah selatan melalui Jalur Rangkasbitung-Saketi-Bayah akan semakin memberikan kemudahan wisatawan dalam menuju destinasi yang diinginkan.

Visi pembangunan bidang pariwisata pun sejalan dengan momentum kebijakan pemerintah pusat menempatkan pariwisata sebagai salah satu prioritas untuk meningkatkan Product Domestic Bruto (PDB).

Sementara itu, kata Iti, Kementerian Pariwisata menyatakan bahwa pariwisata sebagai penyumbang PDB, devisa dan lapangan kerja yang paling mudah dan murah. Pariwisata menyumbang 10 persen PDB nasional, menduduki peringkat ke 4 penyumbang devisa nasional sebesar 9,3 persen dan 8,4 persen.

Untuk lapangan kerja, lanjut Iti, pemerintah telah menetapkan Pesona Indonesia atau Wonderful Indonesia sebagai brand, tentunya perlu didukung oleh pemerintah daerah. Terlebih Kabupaten Lebak memiliki potensi tersebut dan pembangunan kepariwisataan adalah kekuatan Indonesia dan menjadi core business Indonesia.

Iti menjelaskan, ditinjau dari kebijakan Pemerintah Provinsi Banten, pembangunan di bidang kepariwisataan pun menjadi prioritas. Bahkan di antara potensi pariwisata yang ada di Lebak telah ditetapkan sebagai Seven Wonders Pariwisata Banten oleh pemerintah provinsi.

Berdasarkan pertimbangan dan memperhatikan kondisi serta potensi tersebut, tentunya Lebak memiliki keunggulan dan keunikan tersendiri di bidang pariwisata.

“Melalui brand Lebak Unique, kami berharap seluruh pemangku kepentingan baik pengusaha, media, akademisi dan komunitas untuk ikut serta menggalakkan pariwisata kita ke depan. Sehingga pariwisata menjadi arah bersama sebagai lokomotif yang mampu memberikan efek daya ungkit dalam menggerakkan sektor ekonomi lainnya yang berbasis potensi lokal. Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lebak,” ujarnya. (Lugay)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here