Iti-Ade Optimistis Kabupaten Lebak Lepas dari Predikat Daerah Tertinggal

SERANG, (KB).- Pasangan Iti Octavia Jayabaya-Ade Sumardi resmi dilantik oleh Gubernur Banten Wahidin Halim menjadi Bupati dan Wakil Bupati Lebak periode 2019-2024, di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Selasa (15/1/2019). Pasangan yang terpilih untuk periode kedua itu, berkomitmen mengeluarkan Lebak dari predikat daerah tertinggal.

Pelantikan pasangan yang dikenal dengan sebutan IDE itu, disaksikan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Wali Kota Serang Syafrudin dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkominda).

Usai dilantik, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengatakan, keduanya telah menyusun sejumlah program unggulan. Seluruh program ini tujuan akhirnya untuk membebaskan Lebak dari predikat daerah tertinggal. Salah satu program yang dirumuskan yakni membangun sektor pariwisata.

Hal itu telah tercermin dalam visi misi keduanya yakni menjadikan Lebak sebagai destinasi wisata unggulan nasional dengan berbasis potensi lokal. “Kami memanfaatkan potensi yang ada untuk menarik wisatawan ke Lebak,” katanya.

Ia melihat Lebak memiliki objek wisata yang dapat diandalkan untuk membangun daerah, mulai dari wisata alam dan buatan. Bahkan Lebak memiliki wisata lain dalam bentuk museum, yakni Museum Multatuli. Secara rinci objek wisata yang ada di Lebak meliputi wisata Kebun Teh Cikuya, ribuan curug, sejumlah spot arung jeram, pemandian air panas kemudian pantai sepanjang 91,42 kilometer di sepanjang pesisir Kabupaten Lebak.

Salah satu wisata pantai di antaranya yakni Pantai Sawarna sudah masuk dalam seven of wonderfull Indonesia.
Selain itu, ada juga wisata religi yang dapat dilihat dari adanya 1.222 pondok pesantren di Lebak. Ke depan akan ada juga Kawasan Mandiri Maja, Kota Baru Maja, Waduk Karian dan pembangunan jalan tol. “Ini tentunya akses ini akan dengan mudah bisa dilalui oleh wisatawan lokal maupun mancanegara,” ucapnya.

Seluruh potensi tersebut akan dikembangkan dengan baik. Pada awal periode kepemimpinannya, keduanya akan fokus membangun infrastruktur penunjang pariwisata. “Yang kita lanjutkan sekarang (ruas jalan) Cimarga-Leuwidamar-Cisimeut-Cipanas. Terintegrasi wilayah utara, wilayah tengah yang sekarang ini memang menjadi konsen kita untuk tumbuh bersama. Kalau wilayah selatan sudah tumbuh, jalannya sudah bagus,” tuturnya.

Selain program dalam bidang pariwisata, keduanya juga sudah menyusun program untuk pengentasan kemiskinan, peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan memberikan layanan kesehatan secara optimal. Dalam bidang kesehatan, program yang sudah digelontorkan pada awal kepemimpinannya misalnya memberikan beasiswa kepada mahasiswa kesehatan negeri, sehingga setelah lulus mahasiswa ini ditempatkan di Puskesmas di Lebak.

“Kemudian juga bagaimana dengan raihan adipura ini komitmen kita bagaimana (menciptakan) Lebak bersih, Lebak sehat ini. Jadi bukan hanya lip service tapi juga kita juga berupaya mencontohkan dan memotivasi masyarakat bahwa ini tugas kita bersama,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi mengatakan akan senantiasa mendampingi Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, sebagaimana mandat yang telah diberikan kepadanya. “Tugas wakil bupati itu membantu kepala daerah. Saya akan selalu mendukung Ibu Bupati,” ucapnya.

Gubernur Banten Wahidin Halim berharap, Bupati dan Wakil Bupati Lebak sejalan dengan Pemprov Banten dalam menjalankan program pengentasan kemiskinan, memberikan layanan kesehatan dan membangun infrastruktur. Salah satunya mengembangkan potensi daerah. Terlebih, Kabupaten Lebak dinilai memiliki banyak potensi termasuk di sektor pariwisata dan pertanian.

“Harapannya pembangunan terus berjalan, bisa meningkatkan upaya dalam rangka menyejahterakan masyarakat Lebak. Dikepemimpinan yang kedua ini mampu meningkatkan perekonomian dan berupaya pemerataan pembangunan di Lebak,” tutur WH. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here