Rabu, 26 September 2018

Isu Penyerangan Ulama, Warga Diimbau tak Mudah Terprovokasi

SERANG, (KB).- Wakil Pengasuh Pesantren Tebu Ireng, KH Abdul Hakim Mahfudz mengimbau, agar warga tidak mudah terprovokasi dengan maraknya isu penyerangan terhadap ulama, warga diminta menyikapinya secara dewasa, agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Pria yang akrab di sapa Gus Kikin tersebut mengatakan, isu penyerangan terhadap ulama memang harus disikapi secara dewasa dan berhati-hati. Sebab, isu tersebut sering muncul tiap kali menjelang pemilu. “Kami harus konfirmasi kebenarannya, karena sudah berapa kali kalau itu hoax,” katanya kepada wartawan dalam peresmian Ponpes Tebu Ireng 08 di Kampung Pabuaran, Desa Sanding, Kecamatan Petir, Kamis (22/2/2018).

Menurut dia, masyarakat pesantren memang yang paling banyak berinteraksi dengan para santri dan kiai. Oleh karena itu, permasalahan tersebut perlu disosialisasikan terkait bagaimana menanggapi itu semua. “Dan kemudian disosialisasikan kepada masyarakat, supaya tidak terjadi salah paham. Berarti harus disikapi dengan kepala dingin, hati juga tidak boleh cepat emosi, itu,” ujarnya.

Menurut dia, para ulama dan kiai harus banyak tabayun menyikapi isu tersebut. Hasil tabayun tersebut lah yang kemudian juga perlu untuk disampaikan kepada para santrinya. Tujuannya, agar mereka paham dengan masalah yang ada. “Jadi, tabayun lah kalau mendengar atau apapun isu semacam itu dibuatlah forum silaturahim antarulama pondok pesantren. Nanti dikonfirmasi, tapi jangan terpancing dan panas, dikonfirmasi dulu pada yang lainnya, supaya tidak salah paham,” ucapnya.

Sementara, Kapolda Banten, Kombes Pol Lystio Sigit Prabowo menuturkan, langkah Polda Banten dalam menyikapi isu penyerangan terhadap ulama, yaitu dengan meminta kepada seluruh unsurnya turun langsung ke lapangan. Mereka diminta untuk bertemu dengan para tokoh ulama dan agama. “Untuk menjelaskan peristiwa yang sebenarnya,” tuturnya.

Bahkan, jika diperlukan, di tempat yang masih khawatir akan adanya ancaman tersebut, dia meminta anggota Babinkamtibmas untuk tidur di tempat tokoh agama dan ulama. “Sampai isu tersebut reda atau masyarakat merasa tidak cemas. Termasuk juga patroli roda dua dan empat, makanya kami fokuskan kesana. Dialog-dialog dilakukan oleh kapolsek, kapolres, termasuk saya tujuannya untuk menjelaskan, bahwa fakta yang terjadi dari 15 isu yang muncul di medsos, 13 adalah hoax,” katanya.

Ia mengingatkan kepada masyarakat yang resah dengan isu tersebut, agar menyerahkannya kepada polisi dan TNI untuk menindaklanjutinya. Pihaknya siap untuk membantu dan mengamankan tokoh ulama dan agama. “Akan kami terjunkan anggota di tengah-tengah, sehingga kami bisa betul-betul tahu apa yang membuat resah dan kami bisa memberikan pengamanan,” ujarnya.

Selain itu, untuk mengantisipasi, agar jangan sampai muncul korban, pihaknya bekerja sama dengan Satpol PP dan Dinsos untuk melaksanakan razia terhadap orang yang mengalami gangguan jiwa. Tujuannya selain mengurangi mereka di jalan, tentu untuk mengurangi keresahan masyarakat. “Lalu, jangan sampai muncul korban, karena hoax tersebut, sehingga muncul pemukulan dan sebagainya,” ucapnya. (DN)***


Sekilas Info

Pemilu 2019 Tingkat Provinsi Banten, Tiga Daerah Paling Rawan 

SERANG, (KB).- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI meluncurkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2019. Dari hasil penelitian Bawaslu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *