Isu Pabrik Hengkang Dinilai Kamuflase

Ahmad Saukani, Ketua Bidang Sosial dan Politik Serikat Pekerja Nasional (SPN) Banten.*

SERANG, (KB).- Ketua Bidang Sosial dan Politik Serikat Pekerja Nasional (SPN) Banten Ahmad Saukani menilai, isu pabrik hengkang yang berkembang dalam beberapa waktu terakhir merupakan kamuflase. Menurut informasi yang diterimanya, ada beberapa pabrik yang diisukan hengkang malah berkembang pesat.

“Tempat saya kerja pun yang dulu tutup dibilang mau pindah ke luar negeri itu kamuflase semua. Untuk beberapa pabrik persepatuan brand nike, bahkan semakin membesar, kemudian KMK menjadi pabrik yang global. Begitu pun soal relokasi, prinsip bisnis semua pengusaha akan mencari tempat murah. Tapi tidak semua pergi dari Banten. Sekarang ini Lebak di Banten kini menjadi sasaran investor dan diarahkan juga oleh pemerintah,” ucapnya.

Ia percaya Banten akan tetap menjadi daerah primadona tujuan para investor. Jika tidak salah, kata dia, Banten menduduki posisi kedua daerah paling banyak menjadi tujuan investasi. Dia berharap, isu pabrik hengkang tak menjadi dasar pemerintah menetapkan UMK tak sesuai keinginan buruh.

“Saya berharap gubernur lebih berani lah memberikan kebijakan terhadap untuk kepentingan kebutuhan hidup buruhnya,” katanya.

Terpisah, Ketua Apindo Banten Edy Mursalim membantah, isu pabrik hengkang hanya kamuflase. Menurutnya isu tersebut benar dan terjadi di Banten.

“Jangan masalah pendapatan karyawan dipertaruhkan cuma kira-kira, tapi bagaimana seandainya banyak perusahaan yang hengkang ke Jawa Tengah. Kenapa mereka pindah? Karena upahnya hanya 50 persen dari upah di Banten khususnya Tangerang Raya, Cilegon dan Kabupaten Serang yang upahnya dua kali upah Jawa Tengah,” tuturnya.

Tingginya upah di Banten membebani sejumlah pabrik di Banten. Dia mengilustrasikan jika pabrik padat karya di Banten yang mempekerjakan 10 ribu karyawan pindah ke Jawa Tengah, maka dalam setahun sudah mampu menghemat Rp 264 miliar. Hitungannya 2,2 juta kali 10.000 kali 12 bulan, hasilnya Rp 264 miliar setahun.

“Belum ditambah THR. Jadi kalau perusahaan pindah ke Jawa Tengah, maka dua tahun sudah bisa buat pabrik lagi dengan luas tanah lebih dari 100 hektare dan bangunan lebih dari 20 ribu meter persegi,” ucapnya.

Dia menegaskan, isu terkait pabrik hengkang dari Banten benar dan fakta. Melihat perbedaan upah antara Banten dan Jawa Tengah hengkangnya pabrik merupakan hal yang wajar.

“Sangat banyak perusahaan yang tertarik pindah ke Jawa Tengah. Ada yang langsung pindah, ada juga yang membangun gedung pabrik dulu dan baru pindah,” katanya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here