Isu Holding, Ribuan Karyawan Angkasa Pura I dan II Resah

TANGERANG, (KB).- Beredarnya rencana isu holding (penggabungan) perusahaan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), ribuan karyawan PT Angkasa Pura (AP) I dan II resah. Akibatnya Karyawan yang tergabung dalam Serikat Karyawan PT AP II Bandara Soetta langsung berkirim surat untuk mempertanyakan rencana tersebut.

Dalam penyampaian pernyataan sikap kepada pemerintah itu, hadir seluruh Ketua DPC Sekarpura II dari 15 bandara udara di Indonesia. Juga pengurus pusat yang memang berkantor di Gedung 600, Bandara Internasional Soekarno Hatta.

“Kami, sekitar hari Jumat, 5 April 2019, Sekarpura II bersama Sekarpura I sudah melayangkan surat ke Kementerian BUMN, untuk mempertanyakan rencana holding tersebut,” tutur Sekjen Sekarpura II, Trisna Wijaya, Selasa (9/4/2019).

Sementara, Ketua DPP Sekarpura II, Robby Saputra, menuturkan isi surat tersebut. Menurutnya kelima poin pertanyaan yang diajukan mewakili seluruh kekhawatiran ribuan karyawan yang ada di AP I dan APII. “Pertama, seberapa penting holding bisnis sarana dan prasarana perhubungan udara untuk segera dilakukan,” tutur Robby.

Lalu kedua, dampak positif yang kongkrit atas rencana holding yang akan dilakukan Kementerian BUMN terhadap PT AP I dan PT AP II? Ketiga, saat ini API dan AP II selaku perusahaan BUMN yang bisnisnya berkembang dengan baik, sehingga kami mempertanyakan kenapa akan dilakukan holding dengan perusahaan yang kurang baik secara financial.

Sekarpura II juga mempertanyakan kajian hukum dan bisnis, konsep tata kelola, serta peluang rencana holding tersebut terhadap Serikat Pekerja PT Angkasa Pura I dan II. Baik dari sisi perusahaan dan juga karyawan. “Kami juga meminta time line proses holding bisnis sarana dan prasarana perhubungan udara Kementerian BUMN,” ungkap Robby.

Dalam surat tersebut, Sekarpura II memberi batasan agar Kementerian BUMN memberikan jawaban atau balasan surat, paling lambat pada hari ini pukul 16.00 wib. Namun, dari informasi yang didapat Sekarpura II, surat tersebut masih proses penomoran dan penandatanganan.

“Sekali lagi, surat tersebut bertujuan untuk menjawab keresahan agar karyawan kami dalam tanda kutip seperti biasa atau lebih baik lagi, ketika holding dilakukan. Kalo enggak baik akan breafing lagi kepada para ketua DPC untuk sikap selanjutnya,” tukasnya.

Diketahui Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno tengah mengkaji perencanaan pembuatan perusahaan holding BUMN Penerbangan yang akan menaungi PT Angkasa Pura I dan AP II.”Kita buat perusahaan induk yang akan menaungi AP I dan AP II. Saat ini kita sedang analisa,” katanya usai sidak fasilitas di Bandara Soekarno Hatta Tangerang, pada Jumat (5/4/2019) lalu.

Rini mengaku, perencanaan tersebut telah dibahas sejak tahun 2016. Perusahaan tersebut, tentunya akan berada di bawah pengelolaan BUMN. Dia menyatakan keberadaan perusahaan holding tersebut mampu mendongkrak kinerja sektor penerbangan.

Rini mencontohkanh seperti halnya PT Inalum yang menjadi holding company, bagi sejumlah BUMN yang bergerak di bidang pertambangan. Namun begitu, proses perencanaan tersebut, hingga kini masih dalam tahap pengkajian Kementerian BUMN. “Itu semua sedang kita kaji, masih dalam tahap pengkajian semuanya,” ujarnya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here