Irna-Tanto Fokus Membangun

PANDEGLANG, (KB).- Meski pesta demokrasi Pilkada tinggal setahun lagi, Bupati Pandeglang dan Wakil Bupati Irna Narulita-Tanto Warsono Arban fokus untuk menuntaskan program pembangunan di masyarakat.

Hal itu dikatakan Irna saat menghadiri acara MTQ tingkat kabupaten di Kecamatan Cisata, Selasa (8/10/2019). Menanggapi soal kesiapan Pilkada, Irna masih banyak tugas untuk menyelesaikan pekerjaan rumah bersama wakil bupati.

“Jadi, politik itu kan dinamis dan terus dinamis. Ini kan perjalanan masih panjang, masih setahun lagi. Kalau menurut alur politik masih panjang, kita belum tahu nanti muaranya seperti apa. Yang penting saya bersama Pak Tanto tetap fokus pekerjaan sampai akhir tahun 2020. Jadi nanti saya hanya cuti tiga bulan dan September saya sudah jadi bupati lagi, jadi saya kejar target apa yang menjadi utang-utang pekerjaan saya dengan Pak Tanto kepada masyarakat,” tuturnya.

Disinggung soal munculnya kompetitor dalam Pilkada, Irna Narulita menilai hal biasa dalam kompetisi politik. Bahkan dirinya tetap santai dan tersenyum menanggapi pernyataan juru bicara JB yang dinilai cukup menohok.

“Jadi gini, bunuhlah dengan senyuman, itu kan hak asasi. Saya gak tahu masalah apa-apa masalah kemarin tentang muncul narasi-narasi politik di media. Jadi intinya apapun yang disampaikan dan oleh siapapun itu, kan bagian dari hak mereka, kita juga harus menempatkan diri,” ucapnya.

Irna menyatakan, dalam menyampaikan sesuatu dirinya selalu berhati-hati. Sebab, salah ucapan merupakan bumerang. Apalagi ucapan itu kurang elok disampaikan di media sosial maupun media massa.

“Saya bicara juga hati-hati, karena pepatah menyebutkan “mulutmu harimaumu. Jadi menjelang Pilkada, saya harus bisa menjaga kondusivitas agar tetap nyaman, aman, menjaga kerukunan di Pandeglang,” katanya.

Menurut dia, pemilihan kepala daerah merupakan kegiatan rutin yang sudah semestinya dilakukan. Meskipun ada yang menghujat, dirinya tetap mengapresiasi setiap pendapat dan pernyataan pihak lain.

“Kan kontestasi Pilkada itu rutin tiap lima tahun sekali, jadi itu agenda rutin. Jangan sampai memutuskan tali silaturahmi dengan hal yang tidak terpuji, jadi saya apresiasi apapun yang disampaikan,” ujarnya.

Irna juga menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat untuk menilai dirinya. Apakah dirinya yang pantas maupun kompetitornya. Sebab, kalau bicara soal pembangunan dirinya sudah memiliki data yang cukup dan program berjalan normal.

“Tinggal nanti kan masyarakat mau memilih siapa, kalau proses pembangunan kan data-datanya sudah ada, kan tidak mungkin juga APBD tidak melakukan akselerasi dan pelayanan,” ujarnya. (Ade Taufik/EM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here