Irna Bangga Apel Akbar HSN 2018 di Pandeglang

PANDEGLANG, (KB).- Bupati Pandeglang Hj Irna Narulita mengaku bangga atas terselenggaranya Apel Akbar Hari Santri Nasional (HSN) 2018 yang dihadiri ribuan santri dari berbagai pondok pesantren (ponpes) di Pandeglang.

“Ibu sangat mengapresiasi atas kehadiran para kiai dan ptokoh keagamaan termasuk para santri yang Ibu banggakan. Ini merupakan bukti kecintaan terhadap Pandeglang sebagai ‘Kota Sejuta Santri’ dan Seribu Kiai’, “ kata Irna saat memberi sambutan pada Apel Akbar HSN 2018 di Alun-alun Pandeglang, Senin (22/10/2018).

Apel akbar ribuan santri ini merupakan puncak rangkaian kegiatan “Gema Hari Santri Nasional” yang diselenggarakan Forum Silaturrahim Pondok Pesantren (FSPP) Kabupaten Pandeglang. Pada acara tersebut Ketua Dewan Presidium FSPP Pandeglang Adhe Ibrahim didampingi Anggota Dewan Presidium FSPP lainnya membacakan ikrar dan melantik 105 BPH FSPP Kecamatan.

Bukti soliditas 

Menurut Adhe, kehadiran seluruh pengurus FSPP dari 35 kecamatan se-Pandeglang pada Apel HSN merupakan bukti soliditas dan rasa kepemilikan para pengurus dan seluruh pimpinan ponpes menjadi subjek terpenting dalam menghantarkan jati diri santri yang tafaqquh fiddin.

“Para pengurus FSPP dan pimpinan pondok pesantren juga mempunyai tanggung jawab mengawal pondok pesantren yang siap menghadapi zaman untuk melahirkan banyak kader santri yang militan, loyal dan berkemampuan bidang keagamaan dan bidang-bidang lainnya,” kata Ade.

Ade menilai kehadiran pemerintah daerah dan para undangan yang turut menyukseskan acara ini adalah berkat kerja sama berbagai pihak. Kemeriahan dan kesuksesan acara ini patut disyukuri dan ini sebagai bukti bahwa Pandeglang tetap menjadi Kota Santri.

“Hal yang paling mendasar mengapa kami atas nama FSPP memiliki rasa tanggung jawab terhadap icon Kota Santri tersebut, karena sejatinya kekuatan masa Pandeglang ada di basis-basis pesantren, insya Allah,” tegas Adhe Ibrahim yang juga sebagai sKetua Panitia HSN 2018.

Dimeriahkan pertunjukkan 

Kegiatan apel akbar tersebut dimeriahkan pula oleh sejumlah pertunjukan seperti dari Paskibraka, Marching Band Ponpes Modern Al-Mizan Putri Pandeglang, Pencak Silat dari Ponpes Annahl Cikeusik, Ponpes Modern Kun Karima Majasari dan Masyarikul Anwar Labuan, Paduan Suara MAN Pandeglang serta Grup Marhaba Ponpes Atthohariyah Sodong.

“Ini menunjukan bahwa pondok pesantren sebagai satuan pendidikan keagamaan dan lembaga penyelenggara pendidikan lainnya akan mampu memberikan yang terbaik untuk bangsa ini,” katanya.

Sekretaris panitia Mohammad Irfan menilai setiap santri memiliki potensi dasar dan multitalenta dalam beragam bidang. “Mereka hanya perlu dikemas dan diarahkan secara profesional di setiap bidangnya,” kata Irfan. “Sebagai bukti bahwa santri memiliki potensi dalam sejumlah bidang mereka menjuarai sejumlah perlombaan yang digelar selama sepeka dalam perhelatan HSN 2018,” kata Irfan.

Juara pertama lomba marhaba diraih Popes Atthohariyah, juara kedua Ponpes Bani Hamim dan juara ketiga Ponpea Darul Ibtida. Juara pertama lomba Mars Ya Lal Wathon kembali diraih Ponpes Atthohariyah, juara kedua MAN Pandeglang, dan juara ketiga Ponpes Riyadul Awamil.

Dukungan donatur

Menurut Ade kesuksesan dan kesemarakan puncak acara HSN 2018 di Pandeglang tidak terlepas dari dukungan sejumlah donatur perorangan maupun institusi. Ade juga mengapresiasi kehadiran mantan Bupati Pandelang Dimyati Natakusumah, Ketua Dewan Syuriah PW NU Banten Abah Hakim, Ketua Dewan Tanfidzi PC NU Pandeglang Aman, salah satu Dewan Presidium FSPP Provinsi Banten Anang Azhari Ali, para Dewan Presidium FSPP Kabupaten Pandeglang Asror, Asep Mutho dan Arsyad.

Sementara itu, Uung Abu Al-Muhiebby, salah seorang panita HSN yang juga mewakili SEO Management (Santri E-Organizer) mengharapkan kegiatan ini bisa dijadikan hajat tahunan yang digelar secara utuh dan dipersiapkan lebih matang dengan melibatkan para santri dewasa level Ma’had ‘Aly untuk menjadi para praktisi dalam mengelola sebuah even.

“Ini telah dibuktikan dengan kegiatan Halaqoh Pondok Pesantren secara Semi-Swakelola bisa mendatangkan para sponsor lebih banyak lagi, sehingga mampu menopang kegiatan dan memotivasi para kader santri melaksanakan kegiatan secara professional dan akuntabel,” katanya.

Menurut Uung, gema HSN 018 yang dihadiri Bupati Pandeglang, Sekda Pandeglang dan sebagian besar pimpinan OPD telah menunjukkan keseriusannya untuk menerbitkan Peraturan Bupati tentang Pondok Pesantren sebagai langkah dan permohonan atas nama FSPP Pandeglang. “Mudah-mudahan ini adalah kado terindah HSN 2018,” ujar Adhe Ibrahim, Ketua Presidium FSPP Pandeglang. (KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here