IPM Kota Serang Ditarget Naik 0,10 Persen Setiap Tahun

SERANG, (KB).- Indeks pembangunan manusia (IPM) Kota Serang ditargetkan terus mengalami kenaikan 0,10 persen setiap tahunnya. Hal tersebut tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Serang Tahun 2019-2023.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Serang Djoko Sutrisno mengatakan, pada 2018 IPM Kota Serang sebesar 71,31 persen. Pada 2019 ini, IPM ditarget naik menjadi 71,41 persen, seterusnya sampai 2023 sebesar 71,81 persen.

“Ditarget indikator kerjanya naik, sekarang kan 71,31 dan di tahun terakhir itu naik,” katanya di sela Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RPJMD Kota Serang tahun 2019-2023 di salah satu hotel Kota Serang, Kamis (21/2/2019).

Menurut dia, dalam peningkatan IPM terdapat tiga komponen yang harus didorong, yakni komponen kesehatan, pendidikan, dan perekonomian. Pada komponen kesehatan, untuk peningkatan IPM harus didorong kenaikian angka harapan hidup.

Kemudian, faktor yang memengaruhi kenaikan angka harapan hidup, yakni kesehatan, pelayanan kesehatan, asupan gizi, air bersih, dan sanitasi. “Kalau untuk pendidikan itu rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah,” ujarnya.

Untuk menunjang hal tersebut, ucap dia, masing-masing OPD terkait, yakni Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan harus menyiapkan rencana strategis (renstra) yang mengarah kepada angka harapan hidup, rata-rata lama sekolah, dan harapan lama sekolah.

Ia meyakini, semua OPD sudah mengetahui akar permasalahan di lapangan, sehingga mereka bisa menyiapkan program yang bisa mengintervensi permasalahan tersebut.

“Supaya dia (OPD) membuat renstra yang bisa menunjang itu misalnya mencegah anak putus sekolah. Mereka sudah punya akar permasalahannya. Kalau sudah tahu bisa mengintervensi masalahnya,” tuturnya.

Terakhir, untuk peningkatan kenaikan IPM, yakni permasalahan ekonomi yang harus didorong daya beli masyarakatnya. Sehingga terjadi pertumbuhan ekonomi masyarakat yang diawali dengan pemberdayaan dan pembinaan usaha kecil atau mikro agar terus berkembang.

“Kalau program kegiatan yang mengarah itu ada, itu di renstra OPD, karena sudah teknis,” katanya.

Diketahui, berdasarkan draft rancangan RPJMD tersebut, pada awal 2018 IPM Kota Serang lebih tinggi 1,50 persen dari angka nasional dan lebih rendah dari angka IPM Provinsi Banten sebesar 0,11 persen.

Sementara, untuk angka kemiskinan pada awal 2018, Kota Serang lebih tinggi 0,12 persen dari Provinsi Banten dan lebih rendah 4,46 persen dari tingkat nasional. Kemudian, tingkat pengangguran terbuka (TPT) lebih rendah dibandingkan Provinsi Banten dan nasional.

Pelayanan dasar 

Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan, pelayanan dasar di Kota Serang saat ini masih belum maksimal dan perlu ditata kembali sesuai dengan peraturan yang ada.

“Pelayanan dasar ini adalah kunci dari keberhasilan pembangunan di Kota Serang. Maka, kami akan benahi kembali, karena pelayanan itu adalah nomor satu,” ujarnya.

Ia menargetkan persoalan infrastruktur rampung pada 2020. “Kami juga harus menyesuaikan dengan kondisi Kota Serang, terutama RPJMD ini. Dalam lima tahun terakhir ini, RJPMD disusun untuk menyelesaikan infrastruktur di Kota Serang yang masih belum memadai,” ucapnya.

Selain itu, RPJMD juga fokus pada persoalan pendidikan, kesehatan, dan kemiskinan, serta kekumuhan yang ada di Kota Serang. “Jadi, kami harap, penyusunan RPJMD ini sesuai dengan visi dan misi kami, yaitu membangun peradaban yang berdaya dan berbudaya,” tuturnya. (Masykur/Rizki Putri)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here