Investasi Wisata di Banten Makin Menggoda

SELAIN dikenal dengan budaya debusnya, Banten juga menyimpan eksotisme alam nan indah. Tak heran jika wisatawan berkunjung ke Daerah Ujung Pulau Jawa ini, akan disuguhi destinasi wisata yang menggoda, mulai dari wisata alam, atraksi budaya, sejarah, wisata religi, taman bermain, hingga wisata kuliner. Tren investasi sektor pariwisata juga menunjukan kenaikan yang berarti. Dapat dilihat di triwulan I 2016 investasi pariwisata sektor Hotel dan Restoran sebanyak 18 proyek dengan realisasi Rp. 70,4 miliar. Tahun 2017 triwulan 1 ini sudah 25 proyek dengan realisasi Rp. 189,4 miliar.

“Sektor pariwisata masih menarik bagi investor. Ditambah dukungan proyek infrastrktur seperti jalan tol. Dari aspek perizinan, seperti sektor lainnya, pariwisata juga kita permudah sesuai prinsip PTSP,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten Wahyu Wardhana saat menjadi narasumber Dialog Investasi yang diselenggarakan DPMPTSP Provinsi Banten, Jumat (9/6), di Kota Serang.

Hadir sebagai narasumber, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati. Dalam kesempatan itu Eneng mengatakan, selain memiliki peluang yang bagus, peluang sektor pariwisata di Banten juga harus dimanfaatkan oleh ekonomi kreatif masyarakat sekitar, sehingga mampu meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. Destinasi wisata di Provinsi Banten ditetapkan menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Kawasan wisata tersebut adalah Taman Nasional Ujung Kulon dan Tanjung Lesung di Kabupaten Pandeglang.

“Tanjung Lesung masuk dalam 10 destinas strategis nasional. Perkembangan wisata Tanjung Lesung akan sangat cepat, masyarakat Banten jangan hanya menjadi penonton,” jelasnya. Untuk itu, kata Eneng, Dinas Pariwisata Provinsi Banten saat ini tengah melakukan identifikasi potensi destinasi-destinasi yang ada di luar Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon dan Tanjung Lesung.

Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang diterima oleh Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Provinsi Banten, total realisasi investasi Provinsi Banten tahun Triwulan I Tahun 2017 sebesar Rp. 12,34 triliun dengan 479 proyek dengan serapan tenaga kerja sebanyak 12.245 orang. Realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) pada TW I Tahun 2017 berada diperingkat 5 dengan capaianUS$ 515,2 Juta Dollar dengan 368 proyek dan berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 9.504 orang.

SementaraPenanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berada diperingkat 4 dengan capaian Rp. 5,49 triliun dengan 111 proyek dan berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 2.741 orang. Target nasional yang ditetapkan pemerintah untuk Provinsi Banten di Tahun 2017 mencapai Rp. 61,9 triliun. Perbandingan realisasi keduanya yakni 44 persen PMDN dan 56 persen PMA. Sementara itu target daerah Rp. 14,1 triliun. Terhadap target nasional, optimis tercapai.

Sektor Investasi`

Adapun sektor investasi yang paling banyak diburu PMA ialah Industri Logam Dasar, Barang Logam, Mesin dan Elektronik dengan 58 proyek dan investasi Rp. 1,04 triliun, dan Industri Kimia Dasar, Barang Kimia dan Farmasi sebanyak 33 proyek dan investasi Rp. 1,43 triliun, dan industri makanan sebanyak 26 proyek dan investasi Rp. 198 miliar. Sementara pada sektor PMDN, investasi yang paling banyak diburu ialah Industri Logam Dasar, Barang Logam, Mesin dan Elektronik sebanyak 18 proyek dan investasi RP. 301,9 miliar, industri makanan sebanyak 15 proyek dan investasi Rp. 1,9 triliun, dan Industri Kimia Dasar, Barang Kimia dan Farmasi sebanyak 12 proyek dan investasi Rp. 174 miliar.
Wilayah Investasi

Dari sebaran investasi dari TW I Tahun 2017, posisi Kabupaten Tangerang bertengger di urutan pertama sebagai tempat tujuan investasi. Dengan rincian, investasi Kabupaten Tangerang sebanyak 203 proyek dengan nilai investasi Rp. 3.5 triliun, selanjutnya berturut-turut diikuti oleh Kota Tangerang sebanyak 84 proyek dan Rp. 848 miliar, Kabupaten Serang sebanyak 83 proyek dengan nilai investasi Rp. 4,5 triliun, Kota Cilegon sebanyak 49 proyek dengan nilai investasi Rp. 2,7 miliar, Kota Tangerang Selatan sebanyak 34 proyek dengan nilai investasi Rp. 367.9milair, Kota Tangerang Selatan sebanyak 4 proyek dengan nilai investasi Rp. 68,6 miliar, Kota Serang sebanyak 10 proyek dengan nilai investasi Rp. 288 miliar, Kabupaten Lebak sebanyak 14 proyek dengan nilai investasi Rp. 2,1 miliar, dan Kabupaten Pandeglang sebanak 2 proyek dengan investasi Rp. 11,32 miliar.

Berdasarkan Negara Asal

Sementara itu, berdasarkan negara yang menginvestasikan modalnya di Provinsi Banten, dari 33 negara yang berinvestasi di Banten, Taiwan merupakan negara dengan nilai investasi tertinggi mencapai 131 juta US$ dengan 15 proyek, disusul negara Singapura dengan nilai investasi mencapai 122 juta US$ dengan 85 proyek, Malaysia dengan nilai investasi mencapai 74 juta US$ dengan 14 proyek, Jepang dengan nilai investasi mencapai 67 juta US$ dengan 26 proyek, R.R Tiongkok dengan nilai investasi mencapai 32 juta US$ dengan 58 proyek, dan Cayman Islands dengan nilai investasi mencapai 21 juta US$ dengan 2 proyek. (Adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here