Investasi Terdampak Corona Diketahui April, Banten Tunggu Pemerintah Pusat

SERANG, (KB).- Sektor investasi ikut terdampak oleh wabah virus corona atau Covid-19. Pemerintah Provinsi Banten saat ini masih menunggu informasi dari pemerintah pusat untuk mengetahui sejauh mana isu tersebut berdampak terhadap capaian realisasi investasi di Banten.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten Mahdani mengatakan, dirinya belum dapat memastikan sajauh mana Covid-19 berdampak terhadap realisasi investasi di Provinsi Banten.

“Kami juga sedang menunggu data dari pusat. Karena izin PMA (Penanaman Modal Asing) data realisasi investasi dari pusat, BKPM RI. Dengan sistem OSS data masuk ke pusat dulu dari seluruh kabupaten/kota. Nanti rilisnya dari BKPM RI,” kata Mahdani.

Menurut dia, berdampak tidaknya isu corona terhadap investasi bisa dilihat dari sisi bahan baku.

“Investasi terkait dengan realisasi transaksi keuangan bisa saja kalau sumber bahan baku untuk pembangunan investasinya dari negara-negara asalnya bermasalah. Berdampak juga terhadap investasi di Banten. Jika bahan bakunya tersedia di negara kita bisa tidak bermasalah,” ujarnya.

Namun, untuk kepastiannya pihaknya menunggu informasi dari pusat. “Nanti awal April angkanya bisa kita lihat setelah rilis dari BKPM RI,” ucapnya.

Sementara, ia menyebut pengurusan perizinan di DPMPTSP Provinsi Banten tidak terdampak Covid-19. Hal tersebut karena proses perizinan saat ini sudah menerapkan sistem digital.

Mantan Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Banten ini mengatakan, saat ini proses izin di Provinsi Banten sudah menerapkan sistem perizinan digital. Pengusaha, kata dia, tak perlu tatap muka mengurus perizinan.

“Cukup dengan melalui sistem saja, pengurusan izin tidak perlu ke dinas. Sudah digital tidak perlu datang ke PTSP, cukup diupload saja. Jadi tidak pengaruh (Corona). Kecuali yang belum bisa meng-upload persyaratan kami bantu di DPMPTSP Banten,” tuturnya.

Ia menjelaskan, sedikitnya sebanyak 160 jenis perizinan yang diurus oleh DPMPTSP Banten. “Izin kan banyak ada 160 izin yang kami layani. Tiap hari ada terus perizinan,” katanya.

Sebelumnya, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, dalam dua bulan pertama 2020, kinerja realisasi investasi terganggu dengan merebaknya virus corona. Oleh karena itu, satu-satunya harapan bersandar kepada peningkatan kinerja realisasi investasi pada Maret 2020.

“Kalau seandainya bulan Maret-April corona ini selesai maka kemudian bisa kita pacu mengejar ketertinggalan di Januari dan Februari,” ujarnya.

BKPM mencatat realisasi investasi PMDN dan penanaman modal asing (PMA) pada kuartal I/2019 senilai Rp 195,1 triliun. Angka tersebut naik 5,3% dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 185,3 triliun.

Adapun nilai investasi selama kuartal I/2019 untuk PMDN senilai Rp 87,2 triliun dan PMA senilai Rp 107,9 triliun. Selama kuartal I/2019, jumlah tenaga kerja yang terserap adalah sebanyak 235.401 orang. (RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here