Investasi Tak Mempan Atasi Pengangguran

Realisasi Investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Banten Tahun 2017 telah mencapai Rp 24 Triliun. Jumlah tersebut sebanyak 80 Persen dari target investasi tahun ini sebanyak Rp 30 triliun. Namun demikian, angka investasi di Banten belum berdampak signifikan terhadap angka pengangguran. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Banten, angka pengangguran Banten hingga Februari 2017 masih berada diangka 7,75 persen atau setara dengan 462 ribu orang.

Dengan angka tersebut pengangguran di Banten menduduki peringkat ke empat tertinggi nasional di bawah Provinsi Kalimantan Timur, Jawa Barat dan Maluku. Untuk itu, perlu diciptakan metode guna mencipatakan kesejajaran angka investasi dan angka pengangguran di Banten. “PMA dan PMDN semuanya sudah mencapai Rp 24 Triliun dari target Rp 30 Triliun target 2017, sisa 6 triliun. Makanya itu harus dikaji dan dianalisa. Logikanya kalau investasi itu tinggi kan bisa nyerap tenaga kerja. Kenapa belum tegak lurus, harus dikaji,” kata Sekda Banten, Ranta Soeharta usai penguatan kemudahan investasi langsung konstruksi (KLIK) oleh DPMPTSP Banten di salah satu Hotel di Kota Serang, kemarin.

Ketimpangan antara angka investasi bisa juga disebakan oleh banyaknya investasi yang tidak terlalu membutuhkan tenaga kerja. “Atau memang investasinya padat modal. Umpamanya (nilai investasi) Rp 5 Triliun, tapi semuanya butuh tenaga kerjanya enggak banyak. Padahal anggka pengangguran kita cukup tinggi, ini juga perlu dilihat,” ujarnya. Ia menuturkan, Banten terbilang provinsi strategis untuk ladang investasi, pendukungnya yakni jalur dan kedekatan dengan DKI Jakarta. Pada sisi lain, investasi di wilayah Banten kadang masih terhambat rumitnya perizinan di tingkat kabupaten/kot. “Memang banyak yah, ada izin lokasi, IMB. Idealnya supaya investasi nyaman memang harus satu pintu, tanpa harus ke PU, pertananahan. Satu tempat harus selesai,” katanya.

Dibanding investasi di bidang lain, investasi bidang konstruksi menjadi penyumbang terbanyak suburnya tenaga kerja asing di Banten. Hal ini dinilai wajar, karena konstruksi kadang memang membutuhkan tenaga ahli lebih kompeten. “Kalau orang konstruksi pasti dia bawa ahlinya,” katanya.
Kepala DPMTSP Banten, Wahyu Wardana mengatakan, bahwa pada hari kemarin telah dilaksanakan sosialisasi tentang kemudahan berinvestasi di bidang konstruksi langsung.(H-51)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here