Jumat, 16 November 2018

Investasi Sektor Pariwisata Sepi Peminat

SERANG, (KB).- Investasi di sektor pariwisata khususnya pengembangan destinasi wisata dan sektor pertanian di Kabupaten Serang masih sepi peminat. Hingga saat ini, investasi yang mendominasi masih di sektor industri.

“Investasi sektor pertanian dan pariwisata khususnya pengembangan destinasi wisata memang kelihatannya belum seperti yang kami harapkan, tapi mudah-mudahan ke depan sektor pertanian dan pariwisata ini bisa mengimbangi sektor industri lainnya di Kabupaten Serang,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Serang, Syamsuddin, saat ditemui Kabar Banten di kantor, Selasa (24/4/2018).

Untuk itu, ujar dia, pihaknya terus berupaya meningkatkan investasi sektor tersebut dan sektor lainnya. Upaya yang dilakukan salah satunya, yaitu menyosialisasikan dan mempromosikan potensi Kabupaten Serang. “Kami memperbanyak sosialisasi, promosi, hal tersebut dilakukan bisa lewat pameran, kemudian membuat oultet di tempat strategis, itu dalam rangka meningkatkan investasi,” ucapnya.

Meski demikian, dia yakin, target investasi 2018 akan tercapai, bahkan melebihi target seperti pada 2017. “Jadi, kemarin (2017) itu untuk penanamaan modal luar negeri 736 persen kenaikannya dari target yang ada, tapi untuk penanaman modal dalam negeri memang tidak mencapai 3 persen. Namun, kami berharap, 2018 kenaikan 3 persen menurut target RPJMD bisa tercapai,” tuturnya.

Kepala Bidang Penanaman Modal pada DPMPTSP Kabupaten Serang, Wawan Ihwanudin menuturkan, bahwa investasi di sektor pariwisata terutama pengembangan destinasi wisata di Kabupaten Serang belum banyak, termasuk sektor pertanian yang masih kurang peminatnya. “Pariwisata untuk destinasi wisata itu belum banyak (investasi), pertanian juga masih kurang,” katanya.

Sementara, menurut data dari DPMPTSP untuk realisasi investasi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) berdasarkan izin usaha periode 10 Januari-Maret 2018, yakni untuk PMA jumlah proyek yang masuk 9 proyek, target Rp 2,7 triliun, realisasi Rp 512,70 miliar atau 19,72 persen dengan serapan tenaga kerja 489 orang. Untuk PMDN jumlah proyek yang masuk 8 proyek, dengan target Rp 2,6 triliun, realisasi Rp 115.81 miliar atau 4,29 persen dengan serapan tenaga kerja 798 orang.

Total 17 proyek, total target Rp 5,3 triliun realisasi Rp 628,51 miliar atau 11,86 persen total jumlah serapan tenaga kerja 1,287 orang. Jenis usaha PMDN, yaitu peternakan, industri makanan, industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi, industri karet, barang dari karet dan plastik, serta industri lainnya. PMA jenis usahanya industri logam dasar, barang logam mesin dan elektronik, konstruksi, perdagangan dan reparasi, serta hotel dan restoran. (YY)*


Sekilas Info

Pabrik Baja Terbakar, Lima Orang Luka

SERANG, (KB).- PT Shiva Sakti Stell yang beralamat di Kampung Cimiung, Desa Beberan, Kecamatan Ciruas terbakar, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *