Intruksi Wali Kota ke Inspektorat, Dinsos Kota Serang akan Diperiksa Terkait JPS

SERANG, (KB).- Wali Kota Serang Syafrudin menginstruksikan inspektorat memeriksa Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang terkait nominal bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang disoal warga. Pilihan bantuan JPS yang dibagikan dalam bentuk sembako, kata dia, untuk membedakan dengan bantuan dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

“Ini sudah saya perintahkan ke pak inspektur mengecek keberadaan Dinsos, karena secara teknis Dinsos yang akan menjawab,” kata Syafrudin kepada wartawan di Diskominfo Kota Serang, Selasa (5/5/2020).

Ia mengatakan, Pemkot Serang merasa dilema dengan bantuan JPS ini. Sebab, dari target awal 50 ribu penerima, namun data yang masuk di Dinsos mencapai 70 ribu.

“Jadi kalau dibagi rata, mungkin berkurang dari nilai Rp 200 ribu itu. Sebab, masyarakat sekarang saja banyak yang masuk,” ucapnya.

Baca Juga : Disalurkan Kepada 50.000 KK, Pemkot Serang Mulai Distribusi JPS

Orang nomor satu di Kota Serang itu menuturkan, memerlukan pihak ketiga untuk pengadaannya.

“Itu mah wajar pihak ketiga pasti ada keuntungan, itu kesepakatan kita (sembako). Sekarang akan dibahas lagi karena ini bermasalah, insyaallah akan kami bahas lagi,” ujarnya.

Inspektur Kota Serang Yudi Suryadi mengatakan, pihaknya akan memeriksa Dinsos yang hasilnya akan disampaikan ke Wali Kota Serang.

“Kami sebenanya, dengan teman-teman Irban sudah mulai melakukan. Hasilnya seperti apa akan kita sampaikan ke pimpinan,” kata dia.

Baca Juga : Pemprov Banten Dinilai tak Transparan, Anggaran JPS Disoal

Yudi menuturkan, pihaknya sebenanrnya sudah melakukan pengawasan sejak awal. Namun, malah pihaknya disebut sebagai penghambat, padahal tugas inspektorat adalah mengingatkan agar tidak terjadi permasalahan.

“Sebenarnya kalau kita, pertama yang kami lakukan malah dikatakan kami sebagai penghambat. Padahal kami sebetulnya menjaga teman-teman agar tidak ada masalah,” tuturnya.

Diusulkan tunai

Sementara itu, anggota komisi II DPRD Kota Serang Muji Rohman mengatakan, dirinya sudah mengusulkan kepada pimpinan Komisi II sebagai mitra kerja Dinsos untuk meminta klarifikasinya.

“Saya udah usulkan dipimpinan Komisi II untuk mengundang Dinsos untuk menjelaskan agar kami bisa sampaikan kepada masyarakat apabila ada pertanyaan-pertanyaan. Kalau jadwalnya saya minta minggu-minggu ini secepatnya,” kata dia.

Baca Juga : JPS Tahap Pertama Disalurkan

Pada saat refocusing anggaran bersama, Dinsos menyampaikan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan termasuk anggarannya. Tapi, secara teknis tidak berbicara secara detail. Padahal, beberapa anggota dewan mengusullan bantuan berbentuk tunai.

“Sebetulnya ada beberapa anggota dewan yg mengusulkn (tunai), tapi pilihan Dinsos sembako, mungkin Dinsos punya alasanya dengan sembako padahal dengan BLT tidak repot tidak banyak ngumpulkn orang juga,” ujarnya. (Masykur/SJ)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here