Senin, 22 Oktober 2018
Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy bersama Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah bersama perwakilan dari PT Marga Mandala Sakti dan BPJT hari ini meresmikan jalan simpang susun Cikande atau interchange di Desa Julang, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Rabu (2/5/2018).*

Interchange Cikande Dibuka

SERANG, (KB).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang secara resmi membuka jalan simpang susun atau interchange di Desa Julang, Kecamatan Cikande, Rabu (2/5/2018). Dengan beroperasinya interchange tersebut, pemkab akan lebih gencar mengejar iuran dana sharing perusahaan yang hingga saat ini baru mencapai Rp 9,3 miliar dari total Rp 60 miliar.

Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah mengatakan, total anggaran yang digunakan untuk membangun interchange ini Rp 240 miliar. Anggaran itu untuk kebutuhan mulai dari perencanaan hingga pembangunannya.

Anggaran tersebut berasal dari Pemprov Banten 50 persen, Pemkab Serang 25 persen dan pengusaha 25 persen. Namun, ujar Tatu, sharing dari perusahaan masih belum seluruhnya. Dari total Rp 60 miliar yang dijanjikan baru Rp 9,3 miliar yang terkumpul.

“Mudah-mudahan bisa cepat masuk ke APBD Kabupaten Serang,” ujarnya saat peresmian interchange. Tatu menjelaskan, dana tersebut harus secepatnya terkumpul dan masuk kas APBD. Sebab, dana itu juga digunakan untuk pembangunan masyarakat. Mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur jalan hingga rumah tidak layak huni.

Untuk membantu mengejar sharing itu, Tatu sudah berkomunikasi dengan HIPWIS yang telah berkomitmen untuk membantu. “Kemudian setelah ini diresmikan, saya berharap investor lain bisa masuk yang baru dan mereka bisa diajak berpartisipasi,” tuturnya. Dia mengatakan, kesulitan dalam pengumpulan dana sharing selama ini karena kebanyakan perusahaan itu berpusat di Jakarta.

“Jadi saya hanya mengandalkan berkomunikasi dengan manajer di sini. Sudah ada sebetulnya beberapa perusahaan yang membuat perjanjian dan ada juga yang belum. Yang belum ini nungkin harus kita terus ingatkan,” katanya.

Tatu tidak mengetahui mengapa dahulu tidak dibuat MoU secara resmi dengan perusahaan soal sharing tersebut. Sebab, rencana awal pembangunan interchange sendiri sudah ada sejak masa Bupati Bunyamin.

“Saya juga tidak paham karena mungkin awalnya kesepakatan bersama. Ini kan awalnya niat baik yah dari Pemprov Banten, Kabupaten Serang dan pengusaha, nah sampai tidak dituangkan secara resmi dalam MoU ya karena dipikirkan untuk kebaikan bersama. Dan saya meyakini pengusaha punya niat baik kok,” tuturnya.

Investasi makin tinggi

Sementara, Wakil Ketua HIPWIS Happy Moiras mengatakan, potensi investasi ke depan akan semakin tinggi dengan keberadaan interchange. Kemudian juga harga tanah disekitar lokasi pun secara otomatis akan melonjak.

“Saya kira tidak lah rugi karena partisipasi ini dari kita oleh kita untuk kita sendiri. Mudah-mudahan investasi di Kabupaten Serang ini akan lebih baik lagi dengan adanya exit tol Cikande ini yang sudah selesai,” ujarnya.

Sanjaya mengatakan, soal masih banyaknya yang belum membayar sharing anggaran, hanya masalah komunikasi saja. Sebab, saat ini pun banyak perusahaan yang sudah berpartisipasi.

“Hanya barangkali dari kebanyakan kantor pusatnya di Jakarta. Sehingga bisa jembatani, kalau orang bilang baru katanya kan susah, tapi sekarang sudah diresmikan bangunannya mungkin bisa dikomunikasikan kepada seluruh perusahaan atau pimpinannya untuk segera. Kita juga dari pengusaha berpartisipasi. Saya kira kendala itu dikomunikasikan sajalah,” tuturnya.

Sesuai dengan pertemuan terakhir, kata dia, pembayaran dana sharing akan diselesaikan dalam 2018 ini. “2018 ini bisa dipenuhi. Tinggal mungkin kalau ada kurang-kurang sedikit nanti kita evaluasi di akhir tahun,” ucapnya.

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan, proses pembangunan interchange ini telah memakan waktu hingga 18 tahun. Menurutnya itu satu proses yang panjang.

“Ini adalah salah satu momentum yang baik bagi masyarakat Banten dan Kabupaten Serang, guna membuka ice breaking kaitan dengan pertumbuhan perekonomian yang ada di Serang,” katanya. (DN)*


Sekilas Info

Melalui Baznas Banten, Wali Murid Alumni TK Tirtayasa Bantu Korban Bencana di Sulawesi Tengah

SERANG, (KB).- Wali Murid Alumni TK Tirtayasa Kota Serang memberikan bantuan untuk korban bencana di Sulawesi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *