Selasa, 11 Desember 2018

Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi 3.0

Sistem pendidikan tinggi di Indonesia terdiri dari jalur akademik melahirkan sarjana sampai doktoral, jalur vokasi melahirkan asosiate sampai ahli utama, dan jalur profesi dari yang bersifat umum sampai spesialis. Sedangkan bentuk-bentuk perguruan tinggi yang ada di Indonesia kita mengenal universitas, institute, sekolah tinggi, politeknik, dan akademi. Untuk mengetahui kualitas penyelenggaraan setiap jenis dan jenjang pendidikan salah satunya adalah melalui akreditasi.

Akreditasi adalah Standar Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) yang merupakan salah satu elemen utama dalam Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Prinsip utama proses akreditasi adalah: 1. Akreditasi harus didasarkan pada prinsip dan tata nilai yang mendorong terjadinya proses perubahan, perbaikan dan peningkatan mutu secara berkelanjutan. 2. Akreditasi harus dilaksanakan berlandaskan pada asas kejujuran, keamanahan, keharmonisan, dan kecerdasan sehingga pelaksanaan proses akreditasi mencerminkan keterpercayaan dan tanggung jawab kepada stakeholders.

Dua kata kunci utama yang dipegang bersama adalah akreditasi adalah sebuah penjaminan mutu dan perguruan tinggi atau program studi sebagai objek yang diakreditasi adalah entitas akademik. Secara keseluruhan dokumen diharuskan untuk disusun secara khusus untuk keperluan akreditasi menggunakan data dan informasi yang akurat atau sahih serta disiapkan oleh pengusul sesuai dengan kondisi objektif perguruan tinggi. Borang yang diajukan ke BAN-PT untuk versi 3.0 adalah borang perguruan tinggi dan laporan evaluasi diri.

Data dari BAN-PT (31/7/2018) jumlah perguruan tinggi di PDDIKTI adalah 4.651 dengan rincian terakredisi A sebanyak 73, terakreditasi B sebanyak 600 dan terakreditasi C sebanyak 1.003. Dengan demikian, total perguruan tinggi yang terakreditasi baru 1.676 sedangkan sisanya sebanyak 2.975 perguruan tinggi belum terakreditasi padahal masih menggunakan instrumen yang lama. Bagaimana kondisinya jika menggunakan instrumen yang baru (IAPT 3.0) dan mengapa instrumen akreditasi direvisi.

Alasan utama mengapa instrumen akreditasi direvisi adalah: 1. Instrumen yang sekarang digunakan disusun sekitar tahun 2008 sampai 2011. 2. Permenristekdikti Nomor 32 tahun 2016 memerintahkan BAN-PT untuk menetapkan Standar Akreditasi Nasional dan Instrumen Akreditasi. 3. Standar Nasional Pendidikan Tinggi diatur pada Permenristekdikti Nomor 44 tahun 2015 yang merupakan revisi dari Permendikbud Nomor 49 tahun 2014. 4. Perkembangan sistem akreditasi secara global. 5. Masukan dari stakeholder tentang kelemahan instrumen yang digunakan saat ini.

Prinsip utama diberlakukannya IAPT 3.0 adalah efektif untuk mengukur mutu dan mendorong peningkatan mutu secara berkelanjutan, relevan dengan konteks nasional dan dapat diterapkan dalam lingkungan pendidikan tinggi di Indonesia. Sedangkan yang menjadi fitur utama adalah berorientasi pada outputs dan outcomes, membantu perguruan tinggi untuk mengenali kekuatan dan kelemahan, serta didasari oleh indikator dan laporan evaluasi diri.

Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi diukur dari lima indikator: 1. Tata Pamong, Tata Kelola dan Kerjasama. 2. Mahasiswa. 3. Sumber Daya Manusia. 4. Keuangan, Sarana dan Prasarana. 5. Luaran dan Capaian Tridarma. Pengajuan Borang Indikator Kinerja Utama Versi 3.0 ini sudah diberlakukan mulai 1 Oktober 2018.

Evaluasi diri merupakan kajian sistematis tentang kondisi objektif objek yang dievaluasi untuk menemukenali kekuatan, potensi, serta hal-hal yang perlu diperbaiki. Proses evaluasi diri yang baik perlu melibatkan sebanyak mungkin pihak, baik internal maupun eksternal serta didukung oleh pimpinan.

Dalam konteks akreditasi, evaluasi diri dimaksudkan untuk mendapatkan potret atau gambaran institusi khususnya yang menyangkut pemenuhan atau pelampauan standar. Proses evaluasi diri memerlukan dukungan data dan informasi yang komprehensif yang valid, keberadaan sistem informasi dan pangkalan data adalah suatu keharusan. Sistem penyampaian usulan akreditasi institusi masih menggunakan SAPTO (Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online).

Laporan evaluasi diri harus memuat 9 kriteria yang meliputi kriteria: 1) Visi, Misi, Tujuan dan Strategi; 2) Tata Pamong, Tata Kelola, dan Kerjasama; 3) Mahasiswa; 4) Sumber Daya Manusia; 5) Keuangan, Sarana, dan Prasarana; 6) Pendidikan; 7) Penelitian; 8) Pengabdian pada Masyarakat; dan 9) Luaran dan Capaian Tridharma.

Secara umum setiap kriteria berisi penjelasan tentang latar belakang, kebijakan, mekanisme penetapan dan strategi pencapaian, indikator kinerja utama, indikator kinerja tambahan, evaluasi capaian kinerja dan kesimpulan dari evaluasi ketercapaian.

Oleh karena itu peran asseor sangat dibutuhkan untuk menjamin validitas instrument untuk mengukur indikator kinerja utama. Pelajaran yang bisa diambil dari proses selama ini adalah: 1. Komitmen sama pentingnya dengan kompetensi. Assesor yang komitmen dan kompeten akan memperlancar proses demikian juga sebaliknya. 2. Assesor harus memiliki kecintaan atau passion pada domain quality academic terutama akreditasi. Jika didasarkan motif lain maka akan membawa banyak masalah. 3. Assesor adalah sejawat (peers) yang berperan sebagai mentor untuk peningkatan mutu. 4. Proses online menuntut kesiapan sikap secara menyeluruh, antara lain being always connected to the system.

Sedangkan pelajaran yang bisa diambil dari proses global adalah: 1. Assesor adalah sebuah predikat kehormatan (honorary), bukan pekerjaan yang dibayar secara professional. 2. Panel assessor melibatkan mahasiswa yang merupakan stakeholders utama proses pendidikan tinggi. 3. Perguruan tinggi menjadikan proses akreditasi sebagai bagian intergral dari sistem penjaminan mutu (terencana, terprogram, teralokasi anggarannya). 4. Instrumen harus memberi ruang bagi assesor untuk memberi expert judgement, status akreditasi biasanya tanpa peringkat. 5. Ada jabatan fungsional quality assurance officers di lembaga akreditasi yang menjaga sustainable dan kualitas proses. Selamat Datang IAPT 3.0. (Sudaryono/Rektor Universitas Banten Jaya)*


Sekilas Info

Disdikbud Kota Serang Kembangkan Tradisi Literasi

SERANG, (KB).-¬†Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Serang menggelar pameran pendidikan dan buku, di Gedung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *