Insentif Guru Ngaji Masih Dipelajari

SERANG, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Serang masih mempelajari aturan terkait penyaluran insentif guru mengaji. Ada dua opsi penyaluran, yaitu melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) atau Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).

“Justru itu saya belum bisa menjawab. Kami telusuri, Insya Allah nanti di (APBD) Perubahan kami wujudkan apakah di Kesra berupa hibah atau di Dinas Pendidikan,” kata Kepala Disdikbud Kota Serang Akhmad Zubaidilah, Selasa (5/2/2019).

Ia mengatakan, pihaknya masih mempelajari ketentuan penyaluran isentif guru mengaji tersebut dari Kabupaten Serang dan Kota Cilegon. Ia mengungkapkan, di Kabupaten Serang penyalurannya melalui Disdikbud, sedangkan Kota Cilegon masih dalam penelusuran.

Nantinya, ujar dia, akan dicari mana yang paling fleksibel untuk bisa menyalurkan insentif kepada guru mengaji. Hal tersebut untuk segera mewujudkan visi dan misi Kota Serang yang berdaya serta berbudaya.

“Bisa hibah, bisa nanti melalui kegiatan. Ya tadi itu kami mengambil yang fleksibel. Di Kabupaten Serang bagaimana riilnya, kemudian di Kota Cilegon riilnya bagaimana,” ucapnya.

Selain itu, dia juga akan berkonsultasi dengan bagian hukum terkait regulasi, apakah cukup dengan peraturan wali kota (Perwal) tanpa peraturan daerah (Perda). Jika dimungkinkan hanya berupa perwal, hal tersebut akan dilakukan demi komitmen wali kota dan wakil wali kota yang memberi perhatian kepada para guru mengaji.

“Nanti saya konsultasi dengan bagian hukum. Kira-kira kalau dimungkinan melalui perwal tanpa perda ya tidak masalah. Kami pada intinya mengikuti sesuai aturan yang ada,” tuturnya

Terpisah, Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kota Serang Iwan Sudiana menuturkan, informasi dari Pemkot Serang insentif guru mengaji tersebut, sudah ada dan tinggal menunggu pencairannya.

“Alhamdulillah, menurut kabar dari pemkot sudah ada dari dana insentif untuk guru ngaji sebesar Rp 5,1 miliar. Kalau untuk pencairannya belum ada kabar masih nunggu MoU (memorandum of understanding),” katanya.

Menurut dia, rencananya dana tersebut, untuk diberikan kepada 1.700 orang guru mengaji dengan jumlah Rp 3 juta pe rorang. Namun, saat ini masih dalam proses pendataan. Data sementara yang sudah diterimanya sebanyak 1.922 orang.

“Mungkin kami akan koordinasi lagi dengan pihak pemkot untuk alokasi dana. Kalau ingin semua guru dapat semua mungkin dana tidak Rp 3 juta per guru. Kami sedang menunggu tim verifikasi di tiap kecamatan. Mudah-mudahan Februari ini selesai pendataan guru ngaji di Kota Serang,” ujarnya.

Sementara, dari informasi yang diterimanya dana tersebut masih berbentuk hibah. “Pendataan bulan Februari Insya Allah selesai, dananya masih hibah,” ucapnya. (Masykur/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here