Insentif Guru Ngaji di Kota Serang Langsung ke Rekening

SERANG, (KB).- Pemberian insentif untuk guru mengaji di Kota Serang segera terealisasi. Insentif tersebut nantinya langsung ditransfer ke masing-masing rekening guru mengaji melalui mekanisme kegiatan pendidikan informal di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Serang.

“Masuk ke belanja kegiatan yang ada di Disdik, masuknya ke pendidikan informal dan dalam rangka mengentaskan buta Alquran tadi, setiap tahun (ada),” kata Wakil Wali Kota Serang Subadri Ushuludin seusai sosialisasi pendataan guru mengaji gerabadan di salah satu rumah makan Kota Serang, Jumat (22/3/2019).

Ia menjelaskan, kata gerabadan diambil dari bahasa lokal yang bermakna guru mengaji yang mengajar anak-anak awal mengeja Alquran setiap bakda Magrib. Ia berharap, dengan adanya perhatian dari pemerintah, guru mengaji gerabadan akan lestari dan tidak punah.

“Harapannya dengan adanya pengakuan dari pemerintah ke guru ngaji itu, setidaknya Kota Serang ke depan tidak kehilangan, karena awal mengenalnya Alquran dari mereka. Jadi, Pemkot Serang memberi kadeudeuh dalam rangka terima kasih,” katanya.

Untuk kategori guru mengaji penerima, yaitu penduduk Kota Serang dengan usia minimal 25 tahun maksimal 65 tahun. Selanjutnya, memiliki surat keterangan RT/RW sebagai guru mengaji, sudah mengabdi sebagai guru mengaji selama dua tahun, mempunyai kecakapan dan menguasai ilmu Alquran atau pelajaran Islam serta belum menerima bantuan pemkot dalam bentuk yang sama.

“Supaya tidak tumpang tindih, maka RT/RW diketahui lurah untuk mendata keberadaan mereka dan di mana saja,” ujarnya.

Ia menuturkan, untuk besaran insentif yang akan diberikan akan disesuaikan setelah diketahui jumlah guru mengaji gerabadan di Kota Serang. Insentif akan ditransfer dengan sistem rapel per tiga bulan.

“Jumlahnya seingat saya dulu ada 6.000 lebih guru ngaji. Kalau sekarang yang diniyah dipisah,” ucap mantan Ketua DPRD Kota Serang tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Serang Akhmad Zubaidillah menuturkan, sebagai leading sector, pihaknya sudah mengumpulkan camat dan lurah untuk melakukan pendataan. Menurut dia, skema penyaluran akan langsung ditransfer ke rekening penerima melalui Bank Jabar Banten (BJB).

“Jadi, berupa kegiatan seperti di Disdik insentif guru honor, karena guru ngaji ini di bidang keagamaan, maka sama-sama fungsinya. Mereka mengajar di bidang baca dan tulis Alquran,” tuturnya.

Ia mengatakan, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang menginginkan anggaran tersebut, sudah terealisasi pada APBD Perubahan Kota Serang 2019. Sehingga, pendataan harus segera diselesaikan, agar dapat segera diketahui dan direncanakan penganggarannya.

“Insya Allah pak wali dan wakil menginginkan di (APBD) Perubahan bisa diwujudkan. Makanya, hari Jumat besok (pekan depan), kami minta datanya sudah masuk untuk diolah,” katanya. (Masykur/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here